
Editorialkaltim.com – Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) masih cukup tinggi. Kapasitas kilang minyak dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan nasional.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Hery Murahmanta mengatakan, kondisi tersebut membuat Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan minyak dalam negeri.
“Karena apa? Kemampuan kilang kita hanya mencapai 40 persen, 60 persen kita impor,” ujarnya dalam kegiatan Pertamina Goes to Campus 2026 di Universitas Mulawarman, Samarinda, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, tingginya ketergantungan terhadap impor minyak salah satunya dipengaruhi pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia. Jumlah sepeda motor yang terus bertambah setiap tahun turut meningkatkan konsumsi BBM.
Ia juga mengungkapkan, transportasi massal belum menjadi pilihan utama masyarakat. Kondisi tersebut membuat konsumsi BBM tetap tinggi karena masyarakat masih banyak menggunakan kendaraan pribadi.
Kendati demikian, berbagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor terus dilakukan melalui inovasi dan pemanfaatan energi terbarukan. Hery mengatakan, Pertamina saat ini mendorong swasembada energi melalui optimalisasi cadangan dan pemanfaatan gas. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Ia menyebut subsidi impor LPG mencapai sekitar Rp80 triliun setiap tahun. Besarnya anggaran tersebut turut membebani keuangan negara.
“Subsidi untuk impor gas LPG itu sekitar Rp80 triliun per tahun,” katanya.
Menurutnya, pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan biaya impor energi.
Hery juga mendorong sinergi antara industri, akademisi, dan praktisi untuk menghasilkan berbagai kajian serta inovasi di bidang energi nasional.
“Saya berharap dari sini, teman-teman dari teknik dan teman-teman dari sosial membuat kajian-kajian, membuat inovasi, sampai ke PIMNAS, sampai ke lomba-lomba ide. Ini menjadi catatan legal legacy dan dokumen untuk menjadi sebuah ide lebih bermanfaat bagi bangsa,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



