KaltimKukar

PJJ di Kukar Fleksibel Sesuai Kondisi Udara

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Heriansyah saat ditemui awak media. (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com – Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak diberlakukan secara seragam. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar memberikan fleksibilitas kepada setiap sekolah untuk menyesuaikan sistem pembelajaran dengan kondisi udara di wilayah masing-masing.

Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah mengatakan, kebijakan tersebut mempertimbangkan luas wilayah Kukar serta perbedaan kualitas udara di setiap kecamatan.

Karena itu, sekolah di wilayah dengan kondisi udara yang masih memungkinkan tetap diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Nah, itu fleksibilitas dalam surat edaran Pak Bupati itu juga sudah kita masukkan di situ. Artinya, sesuai dengan kondisi di daerah masing-masing,” ujar Heriansyah, Rabu (2/9/2026).

Baca  Sarkowi Tegaskan DPRD Kaltim Siap Kawal Perlindungan Budaya Daerah

Ia menjelaskan, Kukar memiliki luas wilayah sekitar 28.000 kilometer persegi yang terbagi dalam 20 kecamatan. Perbedaan kondisi udara membuat mekanisme pembelajaran perlu disesuaikan dengan situasi di setiap wilayah.

Bagi sekolah yang tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka, aktivitas peserta didik di luar ruangan akan diminimalkan. Kegiatan belajar lebih diarahkan berlangsung di dalam ruangan.

Sementara itu, sekolah yang menerapkan PJJ tidak menjalankan jam pembelajaran penuh seperti saat tatap muka. Durasi belajar disesuaikan dengan mata pelajaran dan kondisi setiap sekolah.

Baca  Bupati Kukar Edi Damansyah Serahkan Bantuan Ramadhan di Kecamatan Kembang Janggut

“Barangkali jam pembelajarannya tidak full seperti tatap muka biasa. Nah, itu nanti diatur berdasarkan kalender mata pelajaran yang ada di sekolah itu masing-masing,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, peran guru, kepala sekolah, dan orang tua diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran. Orang tua diharapkan mendampingi anak agar tetap dapat mengikuti pembelajaran secara daring. Terlebih, sebagian besar sekolah di Kukar telah memiliki akses internet.

Baca  DPRD Minta Wali Kota Turun Tangan Atasi Masalah Kios dan Parkir Pasar Pagi

Di sisi lain, Heriansyah menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap disalurkan kepada sekolah penerima. Mekanisme penyaluran akan disesuaikan dengan kondisi dan letak geografis setiap sekolah.

“MBG-nya tetap nanti kita salurkan berkoordinasi sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. MBG itu nanti diatur oleh kepala sekolah dengan kondisi letak geografisnya masing-masing bagi sekolah yang mendapatkan MBG,” pungkasnya. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button