KaltimPenajam Paser Utara

Kemarau, DPRD PPU Usul Kolam Tadah Hujan

Anggota Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syarifuddin HR saat ditemui (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Sumber air yang menyusut saat musim kemarau berpotensi menjadi kendala ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi. Kondisi ini membuat DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan penyediaan kolam tadah hujan di kawasan rawan kebakaran.

Kolam tersebut diproyeksikan sebagai sumber air cadangan yang dapat digunakan saat proses pemadaman. Air hujan yang tertampung selama musim penghujan bisa dimanfaatkan ketika pasokan air alami sulit ditemukan.

Anggota Komisi II DPRD PPU Syarifuddin HR menilai kapasitas penampungan perlu disesuaikan dengan kebutuhan penanganan kebakaran.

Baca  Pemkab PPU Gelar Rapat Tim Fasilitasi dan Koordinasi KP3

“Perlunya dibuatkan kolam sebesar mungkin untuk tadah hujannya, jadi tempat penampungan air,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (1/9/2026).

Persoalan ketersediaan air bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Penyebaran api juga perlu diantisipasi agar kebakaran tidak cepat menjangkau area yang lebih luas.

Salah satu pilihan yang disampaikan Syarifuddin ialah membuat parit. Keberadaan parit diharapkan menjadi pemisah antarlahan sekaligus membantu menghambat penjalaran api.

Baca  Pendapatan Anggaran Daerah Kukar 2024 Capai Rp 12,7 Triliun

“Mungkin juga yang bisa dilakukan ialah dibuatkan parit agar dalam kebakaran itu tidak mudah pindah,” lanjutnya.

Menurut Syarifuddin, fasilitas semacam itu sebaiknya disiapkan sebelum kondisi darurat muncul. Langkah pencegahan dinilai penting agar penanganan tidak baru dilakukan setelah api membesar.

Penguatan fasilitas juga perlu menyasar kawasan konsesi yang memiliki potensi karhutla. Evaluasi kesiapan dapat dilakukan untuk mengetahui kekurangan sarana sebelum memasuki periode rawan kebakaran.

Baca  Night Race Drag Bike Kapolresta Samarinda Cup Season 2 Digelar Tengah Malam

“Cuma yang perlu dipahami untuk ke depannya, paling tidak kalau kita membicarakan konsesi untuk pencegahan itu bisa dikuatkan,” lanjutnya.

Dengan kesiapan sumber air dan pembatas api, penanganan awal diharapkan dapat dilakukan lebih cepat. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah mitigasi untuk menekan risiko kebakaran meluas selama musim kemarau. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button