
Editorialkaltim.com – Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Timur memperluas perannya dengan menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra strategis. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat menjadikan FKUB sebagai laboratorium penelitian yang menghasilkan kajian ilmiah terkait persoalan sosial dan keberagaman di tengah masyarakat.
Andi Harun menilai, selama ini FKUB lebih dikenal melalui tugas memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Ke depan, peran tersebut perlu ditingkatkan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas melalui hasil riset yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.
“Makanya saya minta FKUB bisa naik kelas atau naik tingkat dengan meningkatkan peran dan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat. Buat laboratorium, jadi lembaga penelitian dan tentunya dengan melibatkan kampus dan berbagai lembaga lainnya,” ujarnya saat menerima kunjungan silaturahmi FKUB Provinsi Kaltim di Ruang Anjungan Kantor Wali Kota Samarinda, Kamis (30/7/2026).
Ia mengatakan, tantangan sosial yang dihadapi masyarakat semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Penyebaran hoaks, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, radikalisme, hingga pergaulan bebas menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama.
Karena itu, Andi Harun berharap FKUB dapat mengambil peran lebih besar dalam membantu mewujudkan kondisi Samarinda yang aman, damai, dan kondusif melalui berbagai kajian serta rekomendasi berbasis penelitian.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyatakan siap memfasilitasi berbagai program FKUB, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, kantor, hingga dukungan pendanaan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memang mempermudah masyarakat mengakses informasi. Namun di sisi lain, ruang digital juga membuka peluang masuknya berbagai paham dan pengaruh negatif yang dapat memengaruhi kehidupan sosial.
“Dalam era digital saat ini, media sosial menjadi panggung penting yang memainkan peran signifikan dalam membentuk opini publik tentang berbagai isu, mulai dari LGBT, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme. Oleh karena itu, literasi digital menjadi sangat penting,” tegasnya.
Andi Harun juga berharap FKUB dapat mendorong dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan, memperkuat program literasi digital sejak jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat memiliki kemampuan menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh konten negatif yang beredar di media sosial. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



