
Editorialkaltim.com – Pemadaman listrik bergilir di Samarinda mulai berdampak ke sektor perhotelan. Hotel Grand Kartika Samarinda mengaku harus merogoh biaya operasional lebih besar akibat penggunaan generator set (genset) setiap kali aliran listrik dari PLN terputus.
General Manager Hotel Grand Kartika Samarinda, Yuli Armunanto, mengatakan pemadaman listrik tidak hanya mengganggu operasional hotel, tetapi juga memaksa manajemen mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) genset.
“Iya, pemadaman jelas berdampak. Dengan adanya pemadaman bergilir otomatis kita menggunakan pengganti listrik PLN, yaitu genset. Menggunakan genset tentu membutuhkan BBM dan itu ujung-ujungnya menjadi biaya lagi,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurut Yuli, sebelum kebijakan pemadaman bergilir diterapkan, seluruh kebutuhan listrik hotel dipenuhi dari jaringan PLN. Kini, setiap kali listrik padam, hotel harus menanggung pengeluaran tambahan agar seluruh layanan kepada tamu tetap berjalan.
“Yang tadinya mungkin kita menggunakan PLN, karena menggunakan genset tentu ada cost lagi di situ. Ya semoga saja harapannya pemadaman ini tidak terus berlanjut,” katanya.
Ia menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kebijakan efisiensi yang sedang dijalankan pelaku usaha. Meski belum menghitung secara pasti besaran biaya tambahan yang dikeluarkan, pemadaman selama sekitar 2,5 hingga tiga jam sudah cukup menguras konsumsi BBM genset.
“Yang jelas ada cost di situ, cost untuk BBM genset,” ucapnya.
Dampak pemadaman juga sempat dirasakan pada sistem operasional hotel. Yuli mengungkapkan, meski pihaknya telah menerima pemberitahuan mengenai rencana pemadaman, waktu pelaksanaannya tidak dapat dipastikan sehingga hotel kesulitan melakukan persiapan.
Akibatnya, proses pelayanan tamu sempat dilakukan secara manual karena sistem komputerisasi tidak dapat langsung digunakan saat listrik padam.
“Awalnya karena sistem rusak kami manual dulu. Ada tamu check-in menggunakan form-form saja tanpa sistem. Setelah sistemnya baik lagi baru kami kembali menggunakan komputerisasi,” ungkapnya.
Meski sempat mengganggu operasional, Yuli memastikan hingga kini belum ada tamu yang menyampaikan komplain terkait pelayanan hotel. Ia berharap pemadaman listrik bergilir segera berakhir agar aktivitas usaha kembali normal tanpa dibebani biaya operasional tambahan. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



