
Editorialkaltim.com – Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud akhirnya angkat bicara terkait kehadiran sejumlah anggota Fraksi Golkar dalam rapat paripurna yang membahas usulan hak angket. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat paripurna DPRD Kaltim sebelumnya terpaksa ditunda akibat tidak memenuhi kuorum karena banyak anggota dewan tidak hadir, termasuk dari Fraksi Golkar.
Hasanuddin mengatakan, setiap anggota fraksi pada dasarnya akan mengikuti keputusan yang telah ditetapkan fraksinya. Sebagai anggota Fraksi Golkar, ia menilai arahan fraksi menjadi pedoman yang harus dihormati.
“Tapi ya sejauh ini sih ya kita pasti ikut fraksi lah. Apa-apa kata fraksi kemarin? Kalau kemarin kan katanya enggak ikut karena ya berarti itulah. Enggak mungkin kita melawan ketua fraksi kita. Kita kan anggota, ya,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Meski begitu, Hasanuddin menegaskan kehadiran dalam rapat paripurna tetap menjadi hak setiap anggota DPRD. Menurutnya, mekanisme di parlemen berjalan secara demokratis sehingga setiap legislator bebas menentukan sikap.
“Jadi kalau dia mau ikut atau tidak ikut itu kan demokrasi aja. Ada yang setuju ada yang tidak setuju,” katanya.
Ia juga mengaku tidak bisa memastikan tingkat kehadiran seluruh anggota dewan dalam rapat paripurna. Kendati menjabat Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin menegaskan keputusan hadir atau tidak hadir merupakan kewenangan masing-masing anggota.
Sementara itu, mengenai jadwal ulang rapat paripurna usulan hak angket, Hasanuddin belum dapat memastikan kapan agenda tersebut kembali digelar. Penentuan jadwal masih menunggu pembahasan dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kaltim.
“Nanti dilihat di Bamus,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



