
Editorialkaltim.com – Banyak orang mengawali hari dengan kebiasaan yang dianggap biasa saja. Padahal, sejumlah rutinitas pagi ternyata dapat menjadi “musuh diam-diam” bagi kesehatan jantung jika dilakukan terus-menerus.
Penyakit jantung hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Faktor pemicunya bukan hanya pola makan buruk atau kebiasaan merokok, tetapi juga aktivitas sederhana yang kerap dilakukan sejak bangun tidur.
Mulai dari langsung mengecek ponsel hingga malas bergerak, kebiasaan tersebut dapat memicu stres, tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme, hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang.
Lantas, kebiasaan pagi apa saja yang sebaiknya mulai dikurangi?
1. Bangun Tidur Langsung Main HP
Bagi sebagian orang, meraih ponsel menjadi hal pertama yang dilakukan setelah membuka mata. Notifikasi pekerjaan, media sosial, hingga berita yang dibaca sejak pagi ternyata dapat membuat tubuh langsung berada dalam kondisi stres.
Melansir Real Simple, dokter spesialis tidur Annie Miller menyebut kebiasaan tersebut membuat otak masuk ke mode reaktif sebelum tubuh benar-benar siap menjalani aktivitas.
“Seiring waktu, kebiasaan mengecek HP di pagi hari dapat meningkatkan kecemasan, memengaruhi fokus dan suasana hati, serta mengganggu ritme sirkadian,” kata Miller.
Kondisi stres yang terjadi terus-menerus diketahui dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan kesehatan jantung.
2. Sengaja Lewatkan Sarapan
Tak sedikit orang memilih menunda makan pagi karena terburu-buru bekerja atau beraktivitas. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Melewatkan sarapan sering membuat seseorang merasa sangat lapar saat siang atau malam hari sehingga cenderung makan berlebihan. Akibatnya, berat badan meningkat dan kadar gula darah menjadi sulit terkontrol.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu diabetes yang merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
3. Sarapan dengan Makanan Asin
Menu praktis seperti mi instan, sosis, nugget, atau makanan olahan memang menggoda untuk disantap saat pagi hari. Namun makanan tersebut umumnya mengandung natrium tinggi.
Mengutip Eating Well, konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras.
Bahkan, penelitian dalam jurnal Nutrients tahun 2020 menemukan bahwa orang yang menjalani pola makan tinggi natrium memiliki risiko 19 persen lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang membatasi asupan garam.
4. Jarang Kena Sinar Matahari Pagi
Setelah bangun tidur, sebagian orang langsung beraktivitas di dalam ruangan tanpa sempat menikmati sinar matahari pagi.
Padahal, paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D yang penting untuk menjaga kesehatan tulang, pembuluh darah, dan jantung.
Melansir The Independent, kekurangan vitamin D dikaitkan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi serta berbagai penyakit jantung.
5. Mager dan Minim Gerak
Bangun tidur lalu kembali rebahan atau duduk terlalu lama menjadi kebiasaan yang sering dilakukan, terutama saat akhir pekan.
Padahal, kurang bergerak dapat meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, dan hipertensi. Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor yang sangat erat kaitannya dengan penyakit jantung.
Karena itu, para ahli menyarankan untuk mulai menggerakkan tubuh sejak pagi, meski hanya dengan berjalan kaki, peregangan ringan, atau olahraga singkat selama 15-30 menit.
Jangan Anggap Sepele
Kebiasaan pagi mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang. Menghindari stres berlebihan, sarapan sehat, berjemur, serta rutin bergerak menjadi langkah kecil yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
Sebab, menjaga jantung tetap sehat tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Terkadang, cukup dengan memperbaiki kebiasaan sejak pagi hari. (ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



