KaltimSamarinda

Harga Pangan di Kaltim Mulai Naik Jelang Hari Besar

Pedagang di Pasar Segiri Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Zidane)

Editorialkaltim.com – Sejumlah harga bahan pangan di Kalimantan Timur mulai merangkak naik menjelang hari besar keagamaan. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas daging sapi yang hingga kini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur, Heny Purwaningsih, mengatakan kenaikan harga yang terjadi bukan dipicu kelangkaan barang, melainkan meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tingginya biaya distribusi.

“Ada mulai kenaikan, tapi bukan karena kelangkaan,” ujar Heny, Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan kebutuhan daging sapi di Kaltim masih belum mampu dipenuhi dari produksi peternak lokal. Kondisi itu membuat pasokan sangat bergantung pada distribusi dari luar daerah, terutama menjelang momen hari raya ketika permintaan meningkat tajam.

“Untuk kebutuhan daging sapi kita masih mengandalkan pasokan dari luar daerah,” katanya.

Baca  Kecamatan Tabang Siap Sukseskan Program Internet Desa Gratis di Kukar

Berbeda dengan daging sapi, kebutuhan daging ayam di Kalimantan Timur disebut sudah jauh lebih stabil. Bahkan sebagian besar kebutuhan masyarakat kini dapat dipenuhi dari produksi lokal.

“Kalau daging ayam kita sudah swasembada. Sekitar 80 sampai 90 persen sudah bisa dipenuhi dari Kaltim sendiri,” jelasnya.

Heny menyebut masyarakat kini juga mulai memiliki alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, yakni melalui produk daging beku. Menurutnya, keberadaan daging beku dapat membantu menjaga stabilitas konsumsi saat harga daging segar melonjak di pasaran.

“Sekarang produk daging beku sebenarnya juga menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging,” tuturnya.

Tak hanya daging sapi, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami kenaikan harga. Namun, DPPKUKM Kaltim memastikan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan stok barang yang menipis.

Baca  Pemkot Samarinda Salurkan Bantuan Saran Pendidkan, Dewan Ingatkan Jangan Sampai Disalahgunakan

“Kita akui ada kenaikan, tapi bukan karena kelangkaan. Salah satu komponen penyusun harga jual itu adalah biaya BBM atau biaya transportasi,” katanya.

Menurut Heny, biaya distribusi masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian harga pangan. Kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap ongkos angkut bahan pokok, terlebih distribusi antardaerah di Kaltim masih bergantung pada jalur darat dan laut.

Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang hari besar tetap aman dan terkendali.

“Secara keseluruhan menjelang hari besar ini pasokan tetap aman. Tapi memang ada beberapa komoditas tertentu yang mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

Ia menambahkan inflasi Kalimantan Timur pada awal Mei 2026 justru mengalami penurunan dibandingkan periode April lalu. Hal itu dinilai menjadi indikator bahwa pengendalian pasokan dan harga masih berjalan cukup efektif.

Baca  Ketua Pemuda Muhammadiyah Kaltim Sebut Demo Akumulasi Kekecewaan Rakyat

“Inflasi awal Mei turun dibandingkan inflasi awal April. Artinya upaya pengendalian harga dan ketersediaan pasokan sudah berjalan sesuai harapan,” jelasnya.

DPPKUKM Kaltim juga terus memberikan edukasi kepada distributor dan pedagang agar distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan lancar di tengah kenaikan biaya operasional.

“Kami sampaikan kepada distributor dan pedagang bahwa untuk kebutuhan umum dan bahan pokok diupayakan menggunakan solar subsidi sehingga distribusi tidak terganggu,” pungkasnya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button