KaltimKukar

Anggaran Rp450 Miliar, Bupati Kukar Minta Warga Kawal Ketat Program RT Ku Terbaik

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri (Foto: Media Bupati Kukar)

Editorialkaltim.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan Program RT Ku Terbaik yang segera diluncurkan. Program unggulan ini membawa anggaran besar, yakni Rp150 juta untuk setiap rukun tetangga, dengan total mencapai sekitar Rp450 miliar dalam satu tahun.

Sabtu (2/5/2026), Tenggarong, Aulia menyampaikan program tersebut dirancang untuk mempercepat pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan riil warga di tingkat paling bawah. Ia menilai peran masyarakat sangat penting agar program berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal.

“Program RT Ku Terbaik akan segera dimulai bulan depan dengan anggaran besar per RT, sehingga masyarakat wajib ikut mengawasi pelaksanaan,” ujarnya.

Baca  Menjelang Akhir Tahun, Pj Gubernur Kaltim Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

Menurutnya, besarnya dana yang digelontorkan juga menyimpan potensi risiko jika tidak diawasi dengan baik. Ia mengibaratkan program ini sebagai dua sisi yang harus diantisipasi secara serius agar tidak menimbulkan persoalan baru.

“Program ini memiliki dua sisi berbeda, jika diawasi dengan baik akan membawa manfaat, namun jika tidak bisa menjadi masalah,” katanya.

Aulia mengungkapkan, pemerintah daerah telah memetakan berbagai potensi penyimpangan yang mungkin muncul di lapangan. Di antaranya laporan pertanggungjawaban fiktif hingga penyalahgunaan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan di tingkat RT.

“Kami sudah mengidentifikasi berbagai modus penyimpangan dana RT, sehingga seluruh pihak diminta melakukan pencegahan sejak awal agar tidak terjadi,” tegasnya.

Baca  Camat Sangasanga Tekankan Amanah dan Pelayanan Usai Serahkan SK PPPK

Ia juga mengingatkan aparatur di tingkat bawah agar tidak membuka celah kecurangan. Peran mereka dinilai sangat strategis dalam memastikan penggunaan anggaran tetap sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat.

“Jangan sampai aparat di lapangan justru mengarahkan praktik tidak benar, termasuk membuat laporan fiktif yang berpotensi merugikan masyarakat,” ujarnya.

Selain risiko hukum, Aulia menyoroti dampak moral dari penyimpangan dana tersebut. Ia menilai keuntungan yang diperoleh tidak sebanding dengan konsekuensi yang harus ditanggung di kemudian hari.

“Keuntungan dari penyimpangan sangat kecil dibandingkan dampak moral dan hukum yang harus ditanggung, sehingga integritas harus dijaga,” katanya.

Baca  Bupati Kukar Dorong BUMD Lakukan Transformasi, Perubahan Itu Sulit Tapi Bisa

Program RT Ku Terbaik sendiri disusun dengan pendekatan fleksibel agar dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan tiap wilayah. Setiap RT diberikan ruang untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.

Aulia menegaskan pentingnya keterlibatan aktif lurah, kepala desa, hingga pendamping lapangan dalam setiap tahapan program, termasuk musyawarah warga agar tidak berjalan tanpa arahan.

“Kami ingin pemerintah tingkat bawah aktif mendampingi musyawarah RT agar program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran,” tutupnya.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button