
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengingatkan masyarakat dan tenaga pendidik meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran seiring cuaca panas ekstrem melanda wilayah tersebut. Imbauan ini disampaikan usai upacara Hari Pendidikan Nasional 2026, Senin (4/5/2026), di Lapangan Kantor Bupati Kutim.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menilai suhu udara tinggi akibat fenomena El Nino memperbesar potensi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lingkungan sekolah. Ia menegaskan kondisi instalasi listrik yang tidak layak menjadi salah satu pemicu utama kebakaran saat musim kemarau.
“Kami meminta guru serta masyarakat lebih waspada terhadap instalasi listrik tidak layak dan segera memperbaikinya demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Ardiansyah menjelaskan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik perlu dilakukan secara berkala. Beban listrik berlebih, ditambah kondisi kabel yang sudah tua, meningkatkan risiko korsleting yang berujung kebakaran.
Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam menjaga keselamatan lingkungan. Menurutnya, lingkungan pendidikan harus menjadi contoh dalam pemeliharaan sarana prasarana yang aman bagi peserta didik.
“Kondisi cuaca panas membuat instalasi listrik mudah mengalami gangguan sehingga perlu pengecekan berkala agar tidak terjadi korsleting berbahaya,” katanya.
Selain faktor teknis, Ardiansyah menyoroti kelalaian aktivitas harian sebagai penyebab kebakaran yang sering terjadi. Salah satu yang menjadi perhatian yakni kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area terbuka dan lahan kering.
Ia mengingatkan percikan kecil dari puntung rokok dapat memicu kebakaran besar saat kondisi cuaca sangat panas seperti sekarang. Risiko tersebut dinilai semakin tinggi jika tidak diimbangi kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Pastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang karena percikan kecil saat cuaca panas dapat memicu kebakaran besar berbahaya,” tegasnya.
Pemerintah daerah terus mendorong langkah pencegahan agar risiko kebakaran dapat ditekan. Masyarakat diminta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, termasuk memastikan keamanan instalasi listrik dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu api.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi preventif menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Pemkab Kutim berharap kesadaran kolektif dapat menekan potensi bencana dan menjaga keselamatan bersama.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



