
Editorialkaltim.com – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri memastikan kondisi inflasi di Kota Samarinda masih berada dalam batas aman. Meski begitu, sejumlah komoditas tetap menjadi perhatian karena berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.
Ia menyebut pengendalian inflasi terus dilakukan melalui koordinasi intensif bersama pemerintah pusat. Stabilitas harga kebutuhan pokok sejauh ini masih terjaga, sehingga daya beli masyarakat relatif aman.
“Inflasi Samarinda masih terkendali dan dalam kondisi aman. Namun kita tetap harus waspada terutama penggunaan BBM dan LPG agar tidak boros,” ujarnya, Selasa (7/4/2026), Samarinda.
Saefuddin menjelaskan, salah satu komoditas yang menjadi perhatian saat ini adalah ikan, khususnya jenis ikan laut dalam seperti tuna dan tenggiri. Ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi faktor utama yang memengaruhi harga di pasar.
Menurutnya, kondisi distribusi yang belum sepenuhnya stabil membuat harga ikan cenderung mengalami fluktuasi. Meski demikian, pemerintah memastikan lonjakan harga masih dapat dikendalikan.
“Ikan laut dalam masih bergantung pasokan luar daerah. Jenis seperti tuna dan tenggiri sering mengalami kenaikan harga di pasar,” katanya.
Ia menambahkan, kenaikan harga ikan saat ini masih dalam batas wajar dan belum mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Pemerintah terus memantau perkembangan harga agar tidak terjadi lonjakan signifikan.
Di sisi lain, Saefuddin menyebut harga daging diperkirakan akan mengalami penurunan dalam waktu mendatang. Tren ini biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha seiring meningkatnya pasokan.
Ia optimistis kondisi tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan harga bahan pangan di tengah masyarakat. Stabilitas ini juga diharapkan berdampak positif terhadap daya beli.
Selain itu, pemerintah kota mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi, khususnya BBM dan LPG. Penggunaan yang efisien dinilai penting untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah.
“Penggunaan energi harus bijak agar pengeluaran tidak membengkak. Masyarakat diharapkan tidak boros menggunakan BBM dan LPG demi stabilitas ekonomi,” tutupnya.
Pemkot Samarinda terus melakukan pemantauan harga dan distribusi komoditas secara berkala. Langkah ini diambil guna memastikan inflasi tetap terkendali serta kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik.(sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



