KaltimSamarinda

Bankeu Samarinda 2026 Capai Rp311 Miliar

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda Ananta Fathurrozi (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota Samarinda memastikan penyaluran Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026 tetap berjalan sesuai ketentuan. Kepastian itu ditegaskan melalui tahapan asistensi yang rutin dilakukan sebelum program direalisasikan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda Ananta Fathurrozi menyebut asistensi menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan administrasi hingga teknis kegiatan sebelum dijalankan.

“Setiap tahun asistensi provinsi dilakukan untuk memastikan administrasi kegiatan, penyesuaian judul, serta kelengkapan dokumen sebelum program Bankeu dilaksanakan,” ujarnya Senin (6/4/2026), di Samarinda.

Baca  Gubernur Kaltim Sebut IKN Beroperasi Paling Lambat 2028

Ia menjelaskan, total alokasi Bankeu untuk Kota Samarinda tahun 2026 mencapai sekitar Rp311 miliar. Anggaran tersebut merupakan hasil pembahasan sebelumnya dan kini memasuki tahap pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, asistensi membantu meminimalisasi potensi kesalahan dalam pelaksanaan, mulai dari penyesuaian lokasi kegiatan hingga kelengkapan dokumen pendukung.

“Melalui asistensi rutin ini, kami memastikan seluruh tahapan pelaksanaan Bankeu berjalan sesuai aturan sehingga tidak menimbulkan persoalan administrasi ke depan,” katanya.

Baca  Usai Rumahnya Digeledah, Said Amin Dipanggil KPK di Kasus Korupsi Rita Widyasari

Ananta juga menanggapi isu yang menyebut Bankeu tidak disalurkan. Ia menilai informasi tersebut tidak tepat jika dikaitkan dengan tahun anggaran 2026.

Ia menegaskan isu tersebut lebih berkaitan dengan perencanaan tahun berikutnya, bukan program yang sedang berjalan saat ini.

Selain itu, ia mengakui terdapat penurunan nilai Bankeu dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun 2025 mencapai sekitar Rp725 miliar, maka tahun 2026 berada di angka Rp311 miliar.

Baca  Gubernur Kaltim Dorong Proyek Energi Limbah Senilai 1,1 Triliun Jadi Motor Industri Kimia Nasional

Penurunan tersebut, lanjutnya, menyesuaikan kondisi keuangan daerah sehingga diperlukan penyesuaian dalam pengalokasian anggaran.

Meski demikian, Pemkot Samarinda memastikan penggunaan anggaran tetap dioptimalkan agar program pembangunan terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button