
Editorialkaltim.com – Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) tetap mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan masuknya industri baru, ekonomi Kaltim tumbuh 4,53 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat pertumbuhan tersebut ditopang oleh kuatnya sektor industri pengolahan serta peningkatan produksi komoditas utama. Salah satunya berasal dari realisasi produksi Pupuk Kaltim yang mencapai 6,67 juta ton atau naik sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Selain itu juga mulai beroperasinya beberapa industri baru di Kaltim seperti smelter nikel, industri pengolahan minyak kelapa sawit dan industri bahan kimia,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai Kamis (5/2/2026) melalui rilisnya.
Mas’ud menjelaskan, percepatan proyek strategis nasional juga memberi kontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi daerah. Salah satunya adalah rampungnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan & Lawe-Lawe yang digarap PT Kilang Pertamina Balikpapan.
Selain proyek kilang, arus investasi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) secara kumulatif tercatat meningkat 15 persen. Aktivitas pembangunan di kawasan IKN seperti jalan tol, istana wakil presiden, masjid negara, bandara VVIP, basilika, hingga kawasan yudikatif dan legislatif ikut memperkuat kinerja ekonomi Kaltim.
Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi pada 2025 dengan andil mencapai 13,03 persen. Pertumbuhan ini seiring meningkatnya aktivitas usaha dan mobilitas masyarakat.
Sejumlah faktor yang mendorong sektor tersebut antara lain berkembangnya usaha food and beverage (FnB), penyelenggaraan berbagai festival kuliner, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sembilan kabupaten/kota, serta meningkatnya jumlah wisatawan ke Kalimantan Timur.
Secara struktur, pertambangan dan penggalian masih menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim dengan andil 34,18 persen. Industri pengolahan menyusul dengan kontribusi 20 persen, kemudian sektor konstruksi sebesar 11,58 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan 9,58 persen, serta perdagangan 7,62 persen.
“Sebanyak tiga dari lima lapangan usaha utama pembentuk ekonomi Kaltim pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif, yakni industri pengolahan, usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta lapangan usaha perdagangan,” katanya.
Secara regional, ekonomi Pulau Kalimantan pada 2025 tumbuh 4,79 persen. Seluruh provinsi mencatatkan pertumbuhan positif, dengan Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,39 persen, diikuti Kalimantan Selatan 5,22 persen, Kalimantan Tengah 4,80 persen, Kalimantan Utara 4,56 persen, dan Kalimantan Timur 4,53 persen.
Pada Triwulan IV-2025, ekonomi Kalimantan tumbuh 5,19 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) dan 3,43 persen secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q). Kalimantan Timur sendiri mencatat pertumbuhan 5,04 persen secara y-on-y dan 3,66 persen secara q-to-q.
Dilihat dari struktur ekonomi regional, Kalimantan Timur masih menjadi kontributor terbesar perekonomian Pulau Kalimantan dengan peran mencapai 46,31 persen sepanjang 2025.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



