Nasional

Ribuan Sekolah Terdampak Banjir Sumatra, Hetifah Minta Pemulihan Pendidikan Dipercepat

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian (Foto: Parlementaria)

Editorialkaltim.cok – Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025 belum sepenuhnya pulih. Dampak terpanjang justru dirasakan di sektor pendidikan, menyusul ribuan sekolah yang terdampak dan proses belajar-mengajar yang masih terganggu hingga kini.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai percepatan rehabilitasi sekolah harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menegaskan, anak-anak di wilayah terdampak tidak boleh kehilangan hak dasar untuk memperoleh pendidikan hanya karena kondisi pascabencana yang belum tertangani optimal.

“Dalam situasi darurat, keselamatan tentu menjadi prioritas utama. Namun, hak anak untuk mendapatkan pendidikan tidak boleh terabaikan.  Banyak anak terpaksa berhenti sekolah atau kesulitan belajar karena jarak sekolah yang jauh dari hunian sementara, atau karena sekolahnya rusak” tegas Hetifah melalui rilis Parlementaria, di Jakarta, Senin (19 /1/2026).

Baca  Presiden Jokowi Lepas 21 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap Dua Ke Gaza, Total Anggarannya Rp31,9 Miliar

Data sementara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 14 Januari 2026 mencatat sebanyak 4.639 satuan pendidikan terdampak di tiga provinsi tersebut. Dari jumlah itu, 4.440 sekolah atau sekitar 96 persen sudah dapat digunakan kembali, meski sebagian masih menjalankan pembelajaran di tenda maupun menumpang di fasilitas lain.

Namun, sebanyak 199 sekolah masih menjalani proses pembersihan pascabencana. Gangguan pembelajaran juga dialami 683.259 siswa dan 59.397 guru. Tingkat kerusakan sekolah bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak total, dengan total 180 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.

Baca  Hetifah Desak Investigasi Menyeluruh atas Kasus Bunuh Diri Mahasiswi PPDS Undip

Di sisi lain, Hetifah mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani dampak bencana, termasuk di bidang pendidikan. Upaya tersebut mencakup pembersihan ribuan satuan pendidikan, pendirian tenda belajar, penyediaan ruang kelas darurat, hingga penyaluran puluhan ribu paket perlengkapan sekolah bagi siswa.

Selain sarana belajar, pemerintah juga menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan di wilayah terdampak. Bantuan sebesar Rp2 juta per orang diberikan kepada lebih dari 16 ribu penerima dengan total anggaran mencapai Rp32,9 miliar.

Meski begitu, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mencatat masih banyak pekerjaan lanjutan yang harus segera ditangani. Kerusakan infrastruktur pendukung, timbunan lumpur, serta bangunan sekolah yang hancur masih menjadi tantangan di lapangan.

Baca  Hetifah Sjaifudian Desak Pemerintah Jangan Asal Terapkan Kebijakan Alat Kontrasepsi Pelajar

“Oleh karena itu, kami mendesak Kemendikdasmen untuk segera menindaklanjuti data kebutuhan yang ada dan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan kembali gedung sekolah serta sarana dan prasarana pendidikan di tiga provinsi terdampak harus menjadi prioritas,” ujar Hetifah.

Ia juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendidikan di setiap hunian sementara, termasuk ruang kelas darurat dan area bermain anak, demi menjaga keberlanjutan proses belajar.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button