KaltimSamarinda

4 Pesan Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur (Foto: Dok PWM )

Editorialkaltim.com – Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Ketetapan ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.

Hasil hisab tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, KH. Haedar Nashir dan Sekretaris Muhammad Sayuti

Sehubungan dengan maklumat tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur beserta pimpinan daerah, cabang, maupun ranting se-Kalimantan Timur akan mengadakan salat tarawih perdana secara serentak pada Jumat malam, 28 Februari 2025.

Momentum datangnya bulan suci Ramadan, yang merupakan bulan istimewa bagi kaum Muslim, menjadi wahana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ketua PWM Kaltim, KH. Siswanto, menyampaikan empat pesan mendalam terkait datangnya bulan suci Ramadan dalam kajian Sistem Pembinaan Anggota (SPA) pada Rabu, 26 Februari 2025:

  1. Perbanyak Doa
    Kaum Muslim hendaknya banyak berdoa agar diberi anugerah usia dan kesempatan untuk menunaikan puasa Ramadan tahun 2025. Kesempatan ini harus dibarengi dengan kesungguhan memanfaatkan waktu selama sebulan penuh untuk menyempurnakan ibadah wajib puasa dan ibadah sunah seperti tarawih, tilawah Al-Qur’an, iktikaf, dan lainnya.
  2. Perbanyak Istighfar
    Ramadan adalah momentum untuk mengevaluasi perjalanan hidup sebagai seorang hamba dan menjadi jalan perbaikan diri. Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu beristighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
  3. Menyiapkan Amal Terbaik
    Setiap Muslim hendaknya mempersiapkan amal terbaik selama bulan Ramadan, terutama amal yang berdampak pada orang lain. Manajemen keuangan diperlukan untuk menghitung seberapa besar zakat harta yang harus ditunaikan, infak yang akan dikeluarkan, serta fidyah yang harus dibayarkan bagi mereka yang tidak dapat menjalankan puasa.
  4. Mempersiapkan Ilmu
    Agar ibadah di bulan Ramadan lebih sempurna, setiap Muslim hendaknya kembali mempelajari ilmu yang berkaitan dengan puasa dan ibadah sunah lainnya.
Baca  Mendiang Hj. Norbaiti Isran Noor Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif Pegiat Ekraf oleh SCTV

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Kaltim, H. Abdullah Thalib, mengingatkan bahwa dalam kondisi politik di beberapa kabupaten yang terdampak keputusan Mahkamah Konstitusi seperti Kutai Kartanegara dan Mahulu para mubalig diharapkan menyampaikan pesan Ramadan yang menyejukkan. Dalam kultum, pengajian, maupun tulisan di media cetak, online, serta siaran lainnya, para penceramah harus mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan semangat kebangsaan.

Baca  Kasus Balita Meninggal di RSUD AWS, Ini Penjelasan Direktur

Dalam berdakwah amar makruf nahi mungkar, para penceramah harus menghindari bahasa provokatif serta terus memberikan pencerahan kepada umat.

10 Pesan Ramadan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyampaikan 10 pesan Ramadan yang disampaikan oleh Agung Danarto:

  1. Jadikan puasa dan ibadah Ramadan sebagai jalan baru kerohanian yang membawa pencerahan dalam beragama dan kehidupan.
  2. Puasa Ramadan harus menghadirkan pencerahan rohani yang multi-aspek, sehingga setiap Muslim dapat menebar kemaslahatan bagi diri dan lingkungannya.
  3. Ibadah Ramadan membentuk Muslim menjadi insan yang tercerahkan akhlak dan tindakannya.
  4. Berpuasa yang mencerahkan akan menghadirkan spiritualitas keberagamaan yang berjiwa Al-Ma’un, dengan kepedulian sosial dan kepedulian terhadap masalah kemanusiaan seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan.
  5. Melalui ibadah puasa yang mencerahkan, akan terbentuk karakter manusia Indonesia yang religius, berakhlak luhur, dan memiliki sifat-sifat utama seperti ketulusan, kejujuran, keberanian, serta keteguhan dalam memegang prinsip.
  6. Khusyuk dalam beribadah selama Ramadan harus menghasilkan hikmah dalam beragama dan kehidupan.
  7. Dalam kehidupan keluarga, puasa Ramadan menjadi momentum meneguhkan keluarga sakinah, meningkatkan ikatan kekeluargaan, dan menjalin hubungan baik dengan tetangga serta masyarakat.
  8. Hikmah berpuasa harus melahirkan sikap efisien, hemat, dan menjauhi pemborosan, terutama bagi pejabat publik yang mengemban amanah rakyat.
  9. Para pemimpin, baik nasional maupun daerah, hendaknya menjadikan Ramadan sebagai bulan introspeksi dalam menjalankan amanah dan kebijakan publik yang memberi kemaslahatan bagi bangsa.
  10. Para pemimpin dan tokoh umat diharapkan mengembangkan ilmu dan hikmah yang tinggi, sehingga memiliki sikap adil, ihsan, bermoral tinggi, cendekia, dan menjadi teladan terbaik.
Baca  Komisi IV DPRD Kukar Desak Pemkab untuk Cepat Salurkan Hibah Rp 2 Miliar ke Muhammadiyah

(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker