KaltimSamarinda

Wakil Ketua DPRD Kaltim Minta Evaluasi Struktur dan Anggaran TAGUPP

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mengevaluasi struktur serta besaran anggaran Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP). Ia menilai jumlah anggota tim tersebut cukup besar sehingga perlu ditinjau kembali dari sisi efektivitas dan efisiensi.

“Saya sebelumnya pernah statement bahwa untuk bisa dievaluasi kembali apakah harus segemuk ini, yang mana pembiayaan anggarannya jadi besar. Nah. coba tolong dievaluasi kepada eksekutif dan juga jajarannya apakah bisa diefektif lebih diefisienkan gitu,” ujarnya Senin (16/3/2026).

Baca  3.168 Mahasiswa UNMUL Kembali dari KKN, Rayakan Pencapaian Smart Village di Kaltim

TAGUPP dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur bernomor 100.3.3.1/K.9/2026. Dalam keputusan tersebut, tim ini tercatat beranggotakan 47 orang.

Komposisinya terdiri dari dewan penasihat sebanyak delapan orang dengan estimasi gaji Rp45 juta per bulan. Sementara itu, Ketua TAGUPP menerima Rp40 juta per bulan, dua wakil ketua masing-masing Rp35 juta per bulan, serta anggota sebesar Rp20 juta per bulan.

Ananda juga mengingatkan agar keberadaan TAGUPP tidak menimbulkan tumpang tindih dengan fungsi organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah ada di lingkungan Pemprov Kaltim.

Baca  DPRD Samarinda Apresiasi Kinerja Dinas Perkim dalam Penyebarluasan Informasi

“Jumlah 47 Ya mungkin bisa dilihat secara lebih mendalam lagi dicermati apakah Ini jangan sampai tumpang tindih. Khususnya dengan OPD. Gubernur ada perangkat jangan sampai apa yang sudah ada fungsi dan tugasnya di OPD ada lagi di Gubernur,” tambahnya.

Menurutnya, evaluasi penting dilakukan agar fungsi tim ahli benar-benar mendukung kinerja pemerintah daerah tanpa mengulang tugas yang telah dijalankan oleh OPD.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan anggaran, sehingga penggunaan dana daerah bisa lebih tepat sasaran.

Baca  Ekti Imanuel Hadiri Peresmian Gereja GKII Linggang Kebut di Kutai Barat

“Kita tahu ruang fiskal kita saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Maka dari itu, perlu efisiensi agar anggaran bisa lebih difokuskan untuk kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button