
Editorialkaltim.com– Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji memastikan insan pers di Kaltim akan mendapatkan dukungan anggaran melalui APBD Perubahan 2026. Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan publikasi media berita.
Hal itu disampaikan Seno Aji menanggapi keluhan sejumlah wartawan di Kaltim yang pada awal 2026 belum mendapatkan alokasi anggaran publikasi dari pemerintah daerah.
“Memang kemarin ada sedikit permasalahan di anggaran. Tapi untuk perubahan, Pak Faisal tolong segera dilakukan perbaikan anggaran untuk teman-teman PWI,” ujar Seno saat memberikan sambutan dalam kegiatan buka puasa bersama wartawan di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur, Samarinda, Rabu (11/3/2026).
Seno menegaskan insan pers memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, media massa menjadi salah satu ujung tombak dalam menyampaikan berbagai capaian kinerja pemerintah kepada masyarakat.
Karena itu, Pemprov Kaltim akan melakukan perbaikan penganggaran pada APBD Perubahan 2026 agar dukungan terhadap kegiatan publikasi media dapat berjalan lebih optimal.
“Maka itu pihak Kominfo memang wajib nanti. Kalau memang ada yang melarang, tolong sampaikan ke saya supaya tahun 2026 ini ada anggaran untuk teman-teman wartawan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Seno juga menyoroti maraknya informasi di media sosial yang kerap memicu kegaduhan di masyarakat. Menurutnya, tidak sedikit informasi yang beredar di media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Biasanya medsos ini banyak pasangnya, tiba-tiba muncul kemudian hilang dan lain sebagainya. Yang penting terbaca oleh masyarakat dan seolah-olah berita itu benar,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan media pers yang bekerja berdasarkan standar profesional dan aturan yang jelas. Wartawan, kata dia, harus melalui proses sertifikasi profesi serta memiliki tanggung jawab moral dan tanggung jawab hukum atas setiap informasi yang dipublikasikan.
Karena itu, peran insan pers dinilai sangat penting untuk membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat sekaligus membendung penyebaran informasi yang tidak benar.
“Dan masyarakat Kaltim tidak salah persepsi, karena saat ini sering terjadi adanya salah persepsi di mata masyarakat mengenai bagaimana pencapaian-pencapaian kerja Pemerintah Provinsi Kaltim,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



