
Editorialkaltim.com — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meminta aktivitas pelayaran di bawah Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, dihentikan sementara. Kebijakan ini diberlakukan hingga perbaikan struktur fender jembatan selesai dilakukan.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul insiden penabrakan fender Jembatan Mahulu yang terjadi dua kali dalam waktu berdekatan, yakni pada 23 Desember 2025 dan 3 Januari 2026. Akibat kejadian itu, struktur pelindung jembatan hilang dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Gubernur menilai mitigasi harus segera dilakukan mengingat Sungai Mahakam merupakan jalur pelayaran dengan intensitas tinggi, baik untuk kepentingan masyarakat maupun aktivitas ekonomi.
Dalam rapat terpadu bersama instansi terkait, ia secara khusus meminta KSOP Samarinda selaku regulator dan Pelindo sebagai operator pelabuhan mengambil langkah tegas demi keselamatan.
“Jadi kami minta kepada KSOP selaku regulator dan Pelindo selaku operator agar selama belum ada fender tidak ada kegiatan pelayaran yang melintas di bawah Jembatan Mahulu,” katanya.
Ia menegaskan, jika aktivitas pelayaran tetap harus berlangsung dalam kondisi tertentu, maka wajib disertai pengamanan tambahan agar risiko dapat diminimalkan.
“Jika memang tetap ada kegiatan pelayaran maka harus ada assist ataupun escort untuk pengolongan di Jembatan Mahulu,” jelasnya.
Menurut Gubernur, kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk menghambat pergerakan ekonomi, melainkan memastikan keselamatan masyarakat dan perlindungan aset daerah tetap menjadi prioritas utama.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



