Nasional

Usai Bertemu Prabowo, Ormas Islam Setuju Dukung Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Trump

Pimpinan ormas islam (Foto: BPMI Setpres)

Editorialkaltim.com – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menyatakan dukungan terhadap langkah Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan pimpinan ormas Islam, tokoh agama, dan pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengatakan Presiden menjelaskan secara komprehensif komitmen dan langkah Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui partisipasi di BoP yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Yahya menegaskan, secara nilai dan prinsip, ormas Islam sejalan dengan sikap pemerintah Indonesia yang konsisten menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Pada tataran nilai, saya kira semuanya sepakat bahwa menolak penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip, semuanya sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, memperjuangkan Palestina sampai merdeka,” ujarnya dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden.

Baca  Dirty Vote Trending, Film Dokumenter yang Mengungkap Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

Dalam pertemuan itu, Prabowo juga menyampaikan pertimbangan kebijakan yang realistis dan strategis terkait keterlibatan Indonesia di BoP. Menurut Yahya, langkah tersebut dibarengi dengan konsolidasi bersama negara-negara Islam dan Timur Tengah yang juga tergabung dalam dewan tersebut.

“Sehingga hal-hal yang nanti dilakukan di dalam Dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam Dewan itu untuk membela dan membantu Palestina,” katanya.

Yahya menambahkan, Presiden turut menekankan pentingnya kehati-hatian agar setiap langkah yang diambil tidak justru berdampak buruk bagi rakyat Palestina.

Baca  Demi Cegah Korupsi, KPK Sebut Pemerintah Harusnya Kasih Dana Besar dari APBN buat Parpol

“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela dan membantu rakyat Palestina khususnya di Gaza, tapi juga nanti akan dikembangkan dalam istilah-istilah yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat,” lanjutnya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar. Ia menilai komitmen Presiden melalui BoP sejalan dengan kepentingan perjuangan Palestina dan perdamaian dunia, serta perlu terus dikawal bersama negara-negara Islam lainnya.

“Komitmen Presiden, yang pertama, ingin benar-benar berjuang di dalam Board of Peace ini untuk kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat secara penuh. Di samping itu, komitmen beliau akan berjuang melalui Board of Peace ini untuk menghilangkan penderitaan dari orang Palestina di Gaza,” ucap Ketua MUI.

Baca  166 Ribu Hektare Hutan Lenyap pada 2025, Sawit Menjamur di Kawasan Hutan Konservasi

Sementara itu, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin menyebut para pimpinan ormas Islam memberikan penguatan kepada Presiden agar keterlibatan Indonesia di BoP tidak hanya berorientasi pada perdamaian, tetapi juga mendorong kemerdekaan Palestina.

“Bapak Presiden menerima baik. Beliau jawab bahwa terima kasih masukan-masukannya yang pada akhirnya tentu ini semua insyaallah untuk Palestina, dan juga untuk kita di Indonesia,” tuturnya.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button