Penajam Paser Utara

Titip Harapan ke Bupati Baru, Warga PPU: Normalisasi Sungai dan Perbaikan Infrastruktur Pertanian

Illustrasi kemajuan sektor pertanian dengan mesin modern

Editorialkaltim.com – Usai dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor dan Waris Muin dijadwalkan mulai bekerja pada Senin (3/3/2025). Menyambut kepemimpinan baru, warga setempat menyampaikan harapan besar terkait perbaikan sektor pertanian dan lingkungan, terutama normalisasi sungai dan peningkatan infrastruktur pendukung aktivitas pertanian.

Siti Rukayani (40), warga Desa Sesulu, Kecamatan Waru, menyoroti pentingnya normalisasi Sungai Sesulu untuk mengurangi risiko banjir yang menghambat proses panen. “Setiap musim hujan, banjir datang dan lahan pertanian terendam. Padahal bantuan pertanian sudah sering diberikan, tetapi kalau panen gagal terus, percuma saja,” ujarnya.

Baca  Raup Muin Hadiri Pembukaan Festival Belian Adat Paser Nondoi 2024

Ia menjelaskan, penyempitan dan pendangkalan sungai diperparah oleh aliran air dari PT WKP dan air pasang. Hal ini menyebabkan banjir meluas hingga ke kantor desa dan beberapa RT. “Kami harap normalisasi bisa dilakukan sampai ke RT 008, agar pertanian di desa kami bisa benar-benar berjalan lancar,” tambahnya.

Di sisi lain, masalah harga gabah dan infrastruktur pertanian menjadi perhatian Habibi (42), warga Kecamatan Babulu. Ia berharap harga gabah yang ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan) sebesar Rp 6.500 per kilogram benar-benar bisa dijalankan secara adil bagi petani. “Harga sudah ditetapkan pemerintah, tetapi perlu ada kepastian bahwa petani benar-benar mendapat harga tersebut,” katanya.

Baca  Petani Serambi Nusantara Harus Mandiri

Selain itu, ia menyoroti kondisi jalan usaha tani yang masih becek dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. “Kalau jalan bagus, biaya produksi petani bisa ditekan. Sekarang petani harus bayar ojek Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per karung gabah karena jalan sulit dilalui,” ujarnya. Ia berharap pemadatan dan pelebaran jalan dapat segera dilakukan, setidaknya dengan penambahan material seperti batu agar traktor dan kendaraan pengangkut bisa lebih mudah melintas.

Habibi juga menekankan pentingnya transparansi dalam pembelian gabah oleh Bulog. Ia meminta agar pengawasan terhadap kebijakan ini diperketat agar petani tidak dirugikan. “Bulog harus amanah dalam menjalankan tugasnya. Jangan sampai harga yang diterima petani tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Baca  Pengelolaan Penerangan Jalan Umum di PPU Kini Diambil Alih oleh Dishub

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, masyarakat berharap kepemimpinan Mudyat Noor dan Waris Muin bisa memberikan solusi nyata. “Kami hanya ingin hidup lebih baik. Kalau sektor pertanian diperhatikan, kami bisa lebih sejahtera,” pungkas Habibi. (Roro/adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow Instagram “editorialkaltim” dengan klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button