
Editorialkaltim.com – Kawasan Teluk Lerong Space (TLS) di Teras Samarinda kini menjadi salah satu titik kumpul favorit warga. Setiap sore hingga malam, area ini dipadati masyarakat yang ingin bersantai, menikmati pemandangan Sungai Mahakam, hingga berburu momen matahari terbenam.
Direktur Utama Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade Iya, mengatakan keberadaan Teluk Lerong Space sejak awal dirancang untuk menjawab persoalan parkir liar dan kebersihan di kawasan Teras Samarinda.
“Hadirnya Teluk Lerong Space ini sebenarnya untuk mengurangi jukir liar. Dulu orang parkir di luar, belanjanya di luar, tapi sampahnya dibuang ke Teras, yang pusing kami,” ucap Syamsuddin, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, TLS diawali dengan konsep food truck yang dikurasi secara ketat. Proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas produk, standar higienitas, hingga kekuatan komunitas dari masing-masing pelaku usaha.
“Food truck di sini kita kurasi. Produknya harus higienis dan mereka punya komunitas. Jadi begitu mereka buka, orang-orangnya datang sendiri,” katanya.
Saat ini hanya empat unit food truck yang diizinkan beroperasi dan jumlahnya tidak akan ditambah. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga ketertiban serta kenyamanan pengunjung.
Menurut Syamsuddin, TLS juga menjawab kebutuhan warga akan ruang publik yang nyaman. Tak sedikit pengunjung yang datang sejak sore untuk menikmati sunset, lalu kembali meramaikan kawasan pada malam hari.
“Sekarang orang datang ke Teras Samarinda itu bukan cuma makan. Mereka datang sore lihat sunset, habis magrib lihat jembatan, lalu pulang. Ada juga gelombang kedua di malam hari,” ujarnya.(sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



