
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menemukan salah satu nozel pengisian bahan bakar di SPBU 64.751.18 Tani Aman, Kecamatan Loa Janan, Samarinda Seberang, berada pada ambang batas kesalahan pengukuran setelah dilakukan pengecekan bersama pihak terkait.
Temuan itu didapat saat Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, melakukan peninjauan langsung ke SPBU tersebut untuk memastikan akurasi takaran bahan bakar yang diterima masyarakat. Dari hasil pengecekan, terdapat satu nozel pompa BBM yang harus segera dikalibrasi karena mendekati batas kesalahan pengukuran.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak Pertamina langsung melakukan penyegelan terhadap nozel yang dimaksud. Penyegelan dilakukan agar alat tersebut tidak digunakan sementara waktu hingga proses kalibrasi atau tera ulang selesai dilakukan.
“Kalau kita lihat di SPBU ini ada beberapa kendala yang harus dikalibrasi. Contohnya pompa yang seharusnya dikalibrasi, nozelnya dikalibrasi. Syukur alhamdulillah tadi kita komunikasi dengan Pertamina, dia sudah menyegel satu nozel dan segera untuk dikalibrasi,” ujar Saefuddin, Rabu (11/3/2026).
Ia menegaskan, pengawasan terhadap operasional SPBU akan terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait. Langkah ini untuk memastikan tidak ada masyarakat yang dirugikan dalam proses pembelian bahan bakar.
“Pengawasan terus kita laksanakan. Jangan sampai ada yang dirugikan, terutama masyarakat yang membeli di SPBU ini ada kekurangan pengisian bensin. Kalau kelebihan saya kira jarang, kalau kekurangan itu yang jadi masalah,” katanya.
Saefuddin juga meminta pihak Metrologi segera melakukan proses kalibrasi atau tera ulang terhadap alat ukur tersebut. Selama proses pemeriksaan berlangsung, nozel yang bermasalah tidak diperbolehkan untuk dioperasikan.
“Harapan kita Metrologi segera melaksanakan kalibrasi. Kalau belum di metrologi dan belum dicek oleh Pertamina dan instansi terkait, itu belum boleh untuk beroperasi,” tegasnya.
Terkait adanya dugaan SPBU yang tidak sesuai standar pelayanan, Saefuddin menyebut hal tersebut masih sebatas dugaan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Ya namanya dugaan, kita juga tidak tahu. Intinya saat ini disegel. Karena sudah di ambang batas error. Masih bagus tapi mendekati kurang baik pelayanannya,” jelasnya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, ia juga memastikan secara umum ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Samarinda masih dalam kondisi aman selama distribusi dari Pertamina berjalan lancar.
“Kalau ini sudah dikalibrasi semua, sudah dilaksanakan semua sesuai arahan, insyaallah untuk pelayanan aman. Tapi kita juga harus koordinasi dengan Pertamina terkait persediaannya. Mudah-mudahan aman,” pungkasnya. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



