BontangKaltim

Efisiensi Anggaran, Pemkot Bontang Tiadakan BCC dan Perayaan HUT Kota

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memangkas sejumlah kegiatan seremonial tahun ini seiring kebijakan efisiensi anggaran. Bontang City Carnival (BCC) hingga rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang dipastikan tidak digelar.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus menentukan skala prioritas. Anggaran yang tersedia akan difokuskan untuk program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama penanggulangan kemiskinan.

“Kesepakatan untuk acara-acara yang sifatnya seremonial, termasuk ulang tahun kota juga tidak ada. Jadi ulang tahun kota itu kita tidak ada, kecuali upacara di sini saja,” ujar Neni, Senin (29/9/2026).

Baca  Target PAD Samarinda Tahun 2026 Rp1,4 Triliun

Kebijakan serupa berlaku untuk BCC. Agenda tahunan tersebut ditiadakan tahun ini dan direncanakan kembali digelar tahun depan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“BCC tahun ini enggak ada. Jadi interval satu tahun. Tahun depan lagi ada,” katanya.

Neni menjelaskan kondisi fiskal menjadi pertimbangan utama Pemkot Bontang dalam menentukan program yang dijalankan. Menurutnya, anggaran yang tersedia lebih baik digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca  Silat dan Tinju Dominasi Perolehan Emas di Pra POPNAS, Dispora Kaltim Fokus Evaluasi Fisik Atlet

Program bantuan sosial, termasuk bantuan langsung tunai, menjadi salah satu kebutuhan yang dinilai lebih mendesak dibanding kegiatan seremonial.

“Karena APBD Kota Bontang yang tidak kemarin kan, aku pikir lebih baik kita gunakan untuk masyarakat yang tidak mampu, bantuan-bantuan tunai langsung dan lain sebagainya,” jelasnya.

Pemkot juga tidak menyiapkan rangkaian acara besar untuk memperingati HUT Kota Bontang. Peringatan hari jadi kota akan difokuskan melalui rapat paripurna di DPRD Bontang serta upacara.

Baca  Beritakan Korban Bencana Alam, KPID Kaltim Ingatkan Pedoman Penyiaran

“Ulang tahun kota itu dipusatkan di DPR paripurna saja. Memang enggak ada uangnya. Semua kita pangkas, semua pangkas,” tegas Neni.

Neni menyebut APBD Bontang berada di kisaran Rp1,5 triliun. Dengan kemampuan fiskal tersebut, pemerintah daerah memilih mengurangi kegiatan yang dinilai belum menjadi prioritas.

“Rp1,5 triliun itu enggak sedikit, banyak ya,” pungkasnya. (lia/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button