Samarinda

Sorotan DPRD Samarinda Terhadap Proyek Teras Samarinda yang Belum Rampung

Editorialkaltim.com – DPRD Kota Samarinda menyoroti sejumlah proyek besar Pemkot Samarinda, termasuk proyek Teras Samarinda yang masih dalam tahap pengerjaan pertama dan belum rampung. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Guntur, politikus dari Partai Demokrat, mengungkapkan keprihatinannya terhadap proyek yang menggunakan APBD Samarinda tahun 2023 ini.

Guntur menyatakan, “Kami akan segera melakukan inspeksi mendadak karena kami melihat kapasitas perusahaan ini tidak profesional.” Pemkot Samarinda telah memberikan toleransi waktu hingga 55 hari untuk penyelesaian proyek. Guntur meminta agar perusahaan kontraktor dapat mematuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Baca  Gelar Sosper, Laila Dorong Partisipasi UMKM 

“Jika melebihi batas waktu tersebut, perusahaan harus di-blacklist,” tegasnya kepada Pemkot Samarinda melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda. Menurut peraturan, keterlambatan melebihi 55 hari akan mengakibatkan sanksi denda bagi perusahaan yang terlibat.

Guntur juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja perusahaan oleh PUPR. “Dari PUPR juga harus melakukan evaluasi dan melihat track record perusahaan,” ujarnya. Dengan progres pembangunan Teras Samarinda yang masih belum mencapai 90 persen, ia berencana melakukan inspeksi mendadak setelah masa reses, saat ini seluruh anggota dewan tengah disibukkan dengan agenda kampanye menjelang pemilu serentak.

Baca  DPRD Samarinda Minta Dishud Tegas Tertibkan Truk Parkir di Badan Jalan

“Segera kami akan melakukan inspeksi ke beberapa kegiatan murni dan perubahan yang belum selesai. Kami berharap, tindakan tegas ini dapat memastikan keberlanjutan proyek dengan lebih baik,” pungkasnya. (lin/adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button