
Editorialkaltim.com – SMP Negeri 2 Samarinda kembali menjadi salah satu sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat. Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kaltim, Jarwoko, mengatakan revitalisasi untuk tahun kedua dilakukan sebagai respons terhadap musibah kebakaran yang melanda sekolah tersebut.
“Revitalisasi yang dilakukan di SMP Negeri 2 Samarinda ini termasuk revitalisasi yang agak unik karena dua tahun berturut-turut. Memang yang kedua itu karena kebakaran dan kita segera merespons,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Sekolah yang berada di Kecamatan Samarinda Kota tersebut tercatat menerima bantuan revitalisasi selama dua tahun berturut-turut. Jarwoko menjelaskan, sekolah yang terdampak kebakaran masuk dalam kategori bencana sehingga penanganannya perlu diprioritaskan.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan fasilitas pendidikan dapat kembali digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Jarwoko mengungkapkan, tujuan utama revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan juga menyediakan lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik. Kenyamanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih bermakna.
“Revitalisasi ini sebenarnya yang paling penting adalah menyediakan satu layanan supaya anak-anak merasa nyaman. Kenyamanan itu yang paling penting karena akan menjadi perantara bagi anak-anak untuk belajar lebih bermakna,” jelasnya.
Ia menambahkan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan program pemerintah pusat yang mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tentang percepatan perbaikan fasilitas pendidikan melalui revitalisasi.
Program tersebut menyasar sekolah negeri maupun swasta, terutama satuan pendidikan yang masih memiliki fasilitas tidak layak. Sejumlah kondisi yang menjadi perhatian antara lain sekolah yang belum memiliki toilet memadai hingga ruang kelas yang mengalami kerusakan.
Selain memperbaiki fasilitas yang sudah ada, program revitalisasi juga dapat mencakup pembangunan ruang kelas baru bagi sekolah yang kapasitasnya sudah tidak mencukupi untuk menampung peserta didik.
“Prinsipnya pemerintah ingin memberikan perluasan layanan. Jadi, pelayanan diperluas. Diharapkan semua anak itu bisa bersekolah dan tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak sekolah,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



