KaltimSamarinda

Setahun Dilantik, Kinerja Gubernur dan Wagub Kaltim Belum Capai Target

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Tepat setahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kinerja Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji mendapat sorotan. Sejumlah pihak menilai masih ada program prioritas yang belum berjalan sesuai target awal pemerintahan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, menyebut wajar jika publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinan baru. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang belum tertuntaskan dalam satu tahun pertama masa jabatan.

“Ya, kita tentu memahami bahwa kinerja gubernur saat ini yang memasuki setahun pemerintahan memang masih banyak hal-hal yang belum tertunaikan,” ujar Darlis saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Rabu (18/2/2026).

Baca  Rumah Biliar Ditutup Selama Ramadan Kecuali 23 Rumah Biliar Naungan POBSI

Menurutnya, salah satu faktor utama belum optimalnya capaian program adalah terjadinya kontraksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menjelaskan, sebelumnya banyak pihak mengasumsikan APBD Kaltim berada di atas Rp20 triliun. Namun dalam realisasinya, terjadi penurunan signifikan yang berdampak langsung pada pelaksanaan sejumlah program strategis.

“Masalah kontraksi APBD itu sebelumnya tidak dihitung. Semua orang mengasumsikan APBD kita di atas Rp20 triliun, kemudian tiba-tiba turun drastis. Itu menjadi faktor utama sehingga banyak kinerja pemerintah yang meleset dari target sebelumnya,” jelasnya.

Baca  Bupati Kukar Minta Perusahaan Wajib Atur Jadwal Kerja saat PSU dan Beri Upah Lembur

Selain persoalan anggaran, Darlis juga menyoroti aspek komunikasi publik yang dinilai belum maksimal. Ia mencontohkan sektor kesejahteraan rakyat (Kesra) yang mengelola anggaran program Gratispol dan Jaspol sekitar Rp1,6 triliun. Menurutnya, besarnya anggaran tersebut belum diimbangi dengan dukungan anggaran sosialisasi yang memadai.

“Memang ada keterbatasan dalam menginformasikan karena OPD-OPD tidak ditunjang anggaran promotif,” paparnya.

Akibatnya, sejumlah program pemerintah dinilai kurang tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Padahal, kata dia, sebagian persoalan lebih pada minimnya publikasi dan penyebaran informasi, bukan semata-mata pada substansi kebijakan.

Ia pun berharap media massa dapat berperan aktif membantu menyampaikan informasi pembangunan daerah secara berimbang kepada masyarakat.

Baca  Podcast Bersama Komisioner KPID Kaltim, Mahasiswa Unmul Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan

“Kita minta teman-teman media juga memahami dan membantu. Dari aspek sosialisasi, kalau media mau membantu, tentu akan lebih efektif,” pungkasnya.

Meski demikian, Darlis menilai pemerintahan Rudy Mas’ud dan Seno Aji tetap menunjukkan sejumlah langkah positif, termasuk melanjutkan program-program strategis dari periode sebelumnya. Namun ia mengingatkan evaluasi tetap diperlukan agar target pembangunan ke depan dapat lebih realistis dan terukur. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button