KaltimSamarinda

Sekda Kaltim Tegur Kebiasaan Datang Lebih Awal, Warga Diminta Patuh Layanan Digital RSUD

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menekankan pentingnya pemanfaatan layanan digital di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Masyarakat diminta lebih disiplin mengikuti sistem pendaftaran dan antrean online yang telah diterapkan agar pelayanan kesehatan berjalan tertib dan efisien.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyebut masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh mekanisme layanan berbasis teknologi informasi di rumah sakit. Kondisi tersebut kerap memicu antrean menumpuk meski sistem digital sudah tersedia.

Baca  Kajati Kaltim Sebut RUU Pemulihan Aset dan DPA Dorong Tindak Pidana Efektif dan Efisien

“Rumah sakit itu kan sudah menetapkan antrean dengan sistem pendaftaran online. Orang datang sesuai jam layanan. Hanya kadang masyarakat kita ini terdaftarnya jam 10.00, tetap datangnya jam 08.00. Penginnya lebih cepat, siapa tahu bisa dilayani lebih dulu. Padahal itu sudah by sistem,” ujarnya, Rabu (4/2/2025).

Ia menegaskan, sistem antrean online dibuat untuk memberikan kepastian waktu pelayanan sekaligus mencegah penumpukan pasien di rumah sakit. Jika masyarakat tetap datang lebih awal dari jadwal yang ditentukan, maka tujuan utama digitalisasi layanan menjadi tidak optimal.

Baca  Jalan Kutim Rusak, DPRD Kaltim Dukung Gubernur Intervensi Perusahaan Tambang

Tak hanya soal antrean, Sri Wahyuni juga menyoroti masih adanya kesalahpahaman publik terkait ketersediaan kamar rawat inap. Menurutnya, informasi kamar kosong sebenarnya sudah dapat diakses secara real time melalui sistem online rumah sakit.

“Di rumah sakit itu sebenarnya sudah ada informasi kamar kosong, rawat inapnya ada atau tidak. Itu secara online terus kita dorong. Makanya pemanfaatan teknologi informasi ini kan dalam rangka transparansi. Jadi masyarakat juga bisa menentukan pilihan, oh ternyata di sistem ini sudah penuh,” jelasnya.

Baca  Dewan Samarinda Tekankan Pencegahan Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Pemprov Kaltim berharap masyarakat mulai membiasakan diri menggunakan layanan digital rumah sakit, mulai dari pendaftaran, antrean, hingga pemantauan ketersediaan kamar. Digitalisasi layanan kesehatan dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan sistem pelayanan yang transparan, efisien, dan berkualitas. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button