Rencana FIK Unmul, Dewan Kaltim Minta Kajian Serius soal Lulusan dan Serapan Kerja

Editorialkaltim.com – Rencana pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) di Universitas Mulawarman mendapat perhatian serius dari DPRD Kalimantan Timur. DPRD Kaltim menilai pendirian fakultas baru harus dibarengi kajian komprehensif, terutama terkait kualitas lulusan dan peluang kerja di Kalimantan Timur.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) permohonan rekomendasi pendirian FIK bersama jajaran pimpinan Unmul yang digelar di Kantor DPRD Kaltim, Senin (2/2/2025). Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menyampaikan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian universitas.
Menurut Damayanti, karakteristik dunia keolahragaan berbeda dengan bidang lain karena masa produktif atlet memiliki keterbatasan usia. Kondisi tersebut harus menjadi dasar dalam menyusun arah pendidikan dan kompetensi lulusan FIK ke depan.
“Menjadi catatan kita bersama, kalau bicara atlet itu umurnya maksimal di angka 30 sampai 35 tahun. Artinya, perlu dianalisis kembali bagaimana nanti kelulusannya, kualitasnya seperti apa, dan kesiapan mereka setelah tidak lagi berada di masa atlet,” ujarnya.
Meski begitu, Damayanti mengakui keberadaan Fakultas Ilmu Keolahragaan di Kalimantan Timur sangat dibutuhkan. Namun, ia mengingatkan agar pendiriannya tidak hanya mengejar jumlah lulusan, melainkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing dan relevansi dengan kebutuhan daerah.
Ia kemudian menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Kaltim, di mana berbagai proyek strategis justru lebih banyak menyerap tenaga kerja dari luar daerah. Salah satu contoh yang disebutkan adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
“RDMP itu membutuhkan sekitar 24 ribu tenaga kerja, tapi siapa yang mengisi? Mayoritas dari luar. Begitu juga dengan Pupuk Kaltim dan sejumlah sektor lain,” ungkapnya.
Damayanti menegaskan, pendirian fakultas dan program studi di daerah harus selaras dengan kebutuhan riil pembangunan Kaltim. Dengan perencanaan yang tepat, lulusan perguruan tinggi lokal diharapkan mampu menjadi pelaku utama dalam mengisi peluang kerja yang tersedia.
“Kita perlu melihat fakultas atau prodi apa yang benar-benar dibutuhkan Kaltim, sehingga yang mengisi peluang kerja itu adalah anak-anak Kalimantan Timur,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan tingkat pengangguran di Kalimantan Timur kini hampir menyentuh angka 5,8 persen. Angka tersebut dinilai harus menjadi alarm bagi perencanaan pendidikan tinggi, termasuk kesiapan tenaga pengajar seperti dosen agar proses akademik berjalan optimal.
Kendati memberikan sejumlah catatan kritis, Damayanti menegaskan dukungannya terhadap rencana pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan di Unmul. Dukungan tersebut disampaikan baik secara pribadi maupun sebagai perwakilan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan anggota Komisi IV DPRD Kaltim.
“Dengan penjelasan yang disampaikan tadi, mudah-mudahan fakultas ini mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki peluang kerja yang jelas. Kasihan kalau hanya sekadar titel, tapi tidak siap di lapangan,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



