Rekayasa Keselamatan Jadi Prodi Paling Ketat di SNBT ITK, Ini Daftar Jurusan Sepi Peminat

Editorialkaltim.com – Institut Teknologi Kalimantan mencatat sejumlah program studi dengan tingkat persaingan tinggi dalam seleksi SNBT-UTBK 2025. Data tersebut menjadi gambaran penting bagi calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan jurusan pada penerimaan 2026.
Berdasarkan data peminat tahun lalu, program studi Rekayasa Keselamatan menjadi yang paling ketat dengan 516 peminat memperebutkan 50 kursi. Artinya, rasio persaingan mencapai sekitar 10,32 pendaftar untuk satu kursi.
Kepala Biro Akademik ITK Andi Prasetyo mengatakan tingginya minat terhadap sejumlah prodi menunjukkan tren ketertarikan mahasiswa terhadap bidang teknik dan keselamatan kerja.
“Rekayasa Keselamatan menjadi prodi paling diminati dengan rasio tinggi sehingga menunjukkan ketertarikan besar mahasiswa pada bidang keselamatan industri,” ujarnya, Kamis (2/4/2026), di Balikpapan.
Selain Rekayasa Keselamatan, sejumlah program studi lain juga mencatat persaingan cukup ketat. Teknik Industri berada di posisi berikutnya dengan rasio sekitar 8,92:1. Disusul Teknik Mesin dengan rasio 6,14:1 dan Teknik Lingkungan sekitar 5,76:1.
Program studi Bisnis Digital juga tak kalah diminati dengan rasio sekitar 5,11:1. Sementara Informatika menjadi salah satu jurusan favorit dengan rasio persaingan mencapai 4,58:1.
Andi menyebut tingginya persaingan ini perlu menjadi perhatian calon mahasiswa dalam menyusun strategi memilih jurusan.
“Calon mahasiswa harus mempertimbangkan peluang dan minat agar tidak hanya mengikuti tren tetapi juga memperhitungkan tingkat persaingan tiap program studi,” katanya.
Di sisi lain, terdapat sejumlah program studi dengan tingkat persaingan relatif lebih longgar. Data 2025 mencatat prodi Fisika hanya memiliki 19 peminat dengan daya tampung 24 kursi.
Matematika juga tergolong longgar dengan 26 peminat dan 24 kursi yang tersedia. Begitu pula Statistika yang mencatat 49 peminat untuk 40 kursi.
Kondisi ini membuka peluang lebih besar bagi calon mahasiswa yang ingin meningkatkan peluang lolos seleksi tanpa mengabaikan minat akademik.
Andi menambahkan, pemahaman terhadap data keketatan menjadi kunci penting dalam menentukan pilihan program studi agar peluang diterima semakin besar.
“Memahami data peminat membantu calon mahasiswa menyusun strategi pilihan jurusan sehingga peluang diterima melalui jalur SNBT dapat lebih optimal,” tutupnya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



