RDMP Kilang Balikpapan Serap 24 Ribu Tenaga Kerja, Dongkrak PDB Rp 514 T per Tahun

Editorialkaltim.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dampak strategis megaproyek kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek ini dinilai memberi kontribusi besar bagi penyerapan tenaga kerja sekaligus penguatan ekonomi nasional.
Bahlil menyebut, RDMP Balikpapan mampu menyerap sekitar 24 ribu tenaga kerja dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 30 persen. Selain itu, keberadaan kilang terbesar di Indonesia tersebut turut mendorong peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp 514 triliun per tahun.
“Bapak Presiden yang kami hormati, penyerapan tenaga kerja 24.000 dengan TKDN 30 persen. Peningkatan PDB itu sebesar Rp 514 triliun per tahun,” kata Bahlil dalam laporannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian ESDM, Selasa (13/1/2026).
Tak hanya berdampak pada tenaga kerja dan PDB, beroperasinya RDMP Balikpapan juga dinilai mampu menghemat devisa negara dalam jumlah signifikan. Pemerintah memperkirakan penghematan devisa dapat mencapai lebih dari Rp 60 triliun per tahun.
Penghematan tersebut ditopang oleh keberadaan fasilitas utama seperti Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Melalui pengembangan ini, kapasitas kilang Balikpapan meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel minyak per hari menjadi sekitar 360 ribu barel per hari.
“Dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa kurang lebih Rp 60 triliun, karena ada penambahan kapasitas sekitar 100 ribu barel per hari. Dari bensin, kita bisa menghasilkan 5,8 juta kiloliter per tahun,” jelas Bahlil.
Ia merinci, konsumsi bensin nasional saat ini mencapai sekitar 38 juta kiloliter per tahun. Produksi dalam negeri berada di kisaran 14,25 juta kiloliter. Dengan tambahan produksi dari RDMP Balikpapan, impor bensin nasional dapat ditekan hingga tersisa sekitar 19 juta kiloliter per tahun.
Selain sektor bensin, Bahlil juga menyinggung program biodiesel B50 yang saat ini masih dalam tahap pengujian. Program tersebut ditargetkan mampu menekan impor solar secara signifikan, bahkan menuju swasembada energi pada semester II 2026.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



