
Editorialkaltim.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur mendorong penguatan komitmen kepala daerah terhadap keberlangsungan pers di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks memasuki tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama Wali Kota Samarinda yang berlangsung dalam suasana Idulfitri.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai agenda strategis organisasi kewartawanan di Kalimantan Timur. Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin mengungkapkan sejumlah program serta capaian organisasi turut dipaparkan dalam kesempatan tersebut.
“Kami menyampaikan undangan halal bihalal wartawan, melaporkan capaian HPN, serta membahas dukungan kepala daerah terhadap keberlanjutan pers daerah,” ujarnya, Kamis (2/4/2026), di Samarinda.
Dalam audiensi itu, PWI Kaltim juga mengundang Wali Kota Samarinda untuk menghadiri halal bihalal wartawan se-Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Selain itu, Rahman turut menyampaikan capaian saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN), termasuk penghargaan yang diterima Wali Kota sebagai tokoh kebudayaan.
Ia menjelaskan, organisasi yang dipimpinnya terus berupaya meningkatkan kualitas wartawan melalui berbagai program, salah satunya Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaannya.
“Program peningkatan kompetensi wartawan seperti UKW tetap berjalan, meski menghadapi keterbatasan anggaran sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah,” katanya.
Selain itu, PWI Kaltim juga rutin menyelenggarakan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) yang diikuti wartawan dari seluruh kabupaten dan kota. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun 2027 di Lampung.
Rahman menyebut Balikpapan direncanakan menjadi tuan rumah Porwada 2026. Ajang tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas antarwartawan sekaligus meningkatkan kesiapan menuju event nasional.
Lebih jauh, ia mengungkapkan rencana forum yang akan mempertemukan kepala daerah se-Kalimantan Timur guna membahas komitmen terhadap kehidupan pers. Menurutnya, dinamika media saat ini jauh berbeda dibanding satu dekade lalu.
“Tantangan pers semakin kompleks akibat arus informasi digital, sehingga komitmen kepala daerah sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan dan independensi pers,” tegasnya.
Ia juga menyinggung dampak efisiensi anggaran yang turut memengaruhi sejumlah kegiatan organisasi. Meski begitu, PWI Kaltim tetap mencari alternatif pendanaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.
Rahman berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers terus terjalin dengan baik. Ia menilai pers memiliki peran penting sebagai penyampai informasi akurat dan terpercaya bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari penguatan demokrasi di daerah.
Dengan berbagai agenda tersebut, PWI Kaltim optimistis peran pers akan tetap relevan di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi yang terus berubah.(sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



