Profil Aktivis KontraS Andrie Yunus yang Disiram Air Keras, Dikenal Vokal Kritik Revisi UU TNI

Editorialkaltim.com – Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Insiden tersebut membuat Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS itu mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menyebutkan, penyiraman tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka cukup parah.
“Penyiraman itu mengakibatkan Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh,” kata Dimas dalam keterangannya, Jum’at (13/3/2026).
Nama Andrie Yunus sendiri dikenal di kalangan aktivis masyarakat sipil sebagai salah satu sosok yang aktif menyuarakan isu hak asasi manusia, khususnya terkait reformasi sektor keamanan dan perlindungan korban kekerasan negara.
Saat ini Andrie menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS. Dalam posisinya tersebut, ia kerap terlibat dalam berbagai advokasi publik, mulai dari isu pelanggaran HAM hingga kritik terhadap kebijakan negara yang dinilai berpotensi mengancam kebebasan sipil.
Sebelum bergabung dengan KontraS pada 2022, Andrie terlebih dahulu berkarier sebagai advokat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada periode 2019 hingga 2022. Di lembaga tersebut, ia banyak terlibat dalam pendampingan hukum yang berkaitan dengan kebebasan sipil serta perlindungan hak masyarakat.
Andrie merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera dan merupakan penerima Beasiswa Jentera. Ia menyelesaikan studinya pada 2020 dengan skripsi yang mengkaji peran paralegal dalam mewujudkan persamaan di hadapan hukum.
Selama aktif di KontraS, Andrie dikenal sebagai aktivis yang cukup vokal mengkritik berbagai kebijakan pemerintah di sektor keamanan. Salah satu isu yang kerap disuarakannya adalah kritik terhadap wacana revisi Undang-Undang TNI.
Sejumlah kelompok masyarakat sipil menilai revisi tersebut berpotensi memperluas peran militer di ruang sipil, sehingga memicu berbagai diskusi dan kritik dari kalangan aktivis.
Pada 2025 lalu, Andrie sempat menjadi perhatian publik setelah bersama sejumlah aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi UU TNI yang digelar secara tertutup di sebuah hotel di Jakarta. Kehadiran mereka saat itu merupakan bentuk protes terhadap proses legislasi yang dinilai kurang transparan.
Selain itu, Andrie juga pernah memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi. Dalam persidangan tersebut, ia menyampaikan pandangan dari perspektif masyarakat sipil mengenai proses pembentukan regulasi tersebut.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kini menjadi perhatian publik. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti motif maupun pelaku di balik aksi kekerasan tersebut.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



