
Editorialkaltim.com — Presiden Prabowo Subianto menegur penempatan kursi Sultan Kutai, Aji Muhammad Arifin saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kota Balikpapan, Senin (12/1/2026). Teguran itu disampaikan langsung di hadapan para pejabat dan tamu undangan.
Peristiwa bermula ketika Prabowo mengabsen sejumlah pejabat daerah yang hadir. Presiden menyebut nama Rudy Mas’ud dan Rahmad Mas’ud, yang kemudian memicu suasana cair setelah Prabowo melontarkan celetukan soal hubungan keduanya yang merupakan kakak beradik.
Prabowo juga menyapa Seno Aji. Dengan nada bercanda, Presiden menyinggung latar belakang politik Seno Aji yang berasal dari Partai Gerindra.
“Nah, Wakil Gubernur ini orang Gerindra,” ujar Prabowo sambil tersenyum, disambut tawa hadirin.
Namun suasana mendadak serius ketika Prabowo melihat posisi Sultan Kutai Kartanegara yang berada di barisan belakang. Presiden pun langsung menyampaikan teguran terbuka.
“Hadir Yang Mulia. Sultan kok ditaro di belakang? Harusnya di depan, bukan di belakang,” kata Prabowo.
Prabowo menyebut etika dan tata krama dalam kegiata kenegaraan harus dijaga, termasuk dalam memperlakukan tokoh adat dan tamu kehormatan.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk membenahi tata kelola energi nasional melalui proyek RDMP. Kilang minyak tersebut disebut sebagai yang terbesar di Indonesia dan diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



