Prabowo Bakal Terbang ke Rusia, Siap Lobi Putin Amankan Pasokan Minyak RI

Editorialkaltim.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan lawatan resmi ke Rusia dalam waktu dekat. Agenda utama kunjungan tersebut ialah pertemuan langsung dengan Presiden Vladimir Putin guna membahas pasokan minyak bagi kebutuhan energi nasional.
Rencana pertemuan ini menjadi sorotan lantaran isu energi dinilai semakin krusial seiring meningkatnya kebutuhan bahan bakar dalam negeri. Pemerintah terus mencari berbagai opsi kerja sama internasional demi menjaga stabilitas pasokan.
Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan pembahasan energi, khususnya minyak, masuk dalam agenda pembicaraan antara kedua pemimpin negara tersebut.
“Salah satu yang akan dibicarakan juga terkait pasokan minyak karena sangat strategis bagi kebutuhan energi nasional Indonesia saat ini,” ujarnya Sabtu (11/04/2025), di Jakarta Convention Center, Jakarta.
Sugiono menegaskan diskusi tidak hanya menyentuh pasokan, namun juga situasi energi global yang mempengaruhi stabilitas harga serta distribusi. Ia juga mengamini keberangkatan Prabowo akan berlangsung dalam waktu dekat.
Langkah Prabowo memperkuat kerja sama energi lewat diplomasi luar negeri sebelumnya sempat menuai kritik. Namun, ia menilai pendekatan tersebut justru penting demi mengamankan kebutuhan minyak nasional.
“Dibilang sering ke luar negeri padahal saya ke berbagai negara untuk memastikan pasokan minyak tetap aman bagi kepentingan rakyat Indonesia,” katanya di Jakarta dalam Rapat Kerja dengan Anggota Kabinet Merah Putih yang disiarkan secara daring di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026) yang lalu.
Prabowo menyebut kunjungan ke sejumlah negara telah memberikan hasil konkret, termasuk komitmen dukungan peningkatan produksi energi. Ia pun memberi sinyal akan melanjutkan langkah serupa ke negara lain, termasuk Rusia.
Selain membahas pasokan minyak, pertemuan dengan Putin juga berpotensi menyinggung kelanjutan kerja sama proyek kilang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut proyek kilang Tuban bisa menjadi bagian pembahasan lanjutan.
“Kerja sama kilang Tuban antara Rosneft dan Pertamina masih berjalan sehingga peluang percepatan proyek itu bisa dibahas,” ujarnya Jumat (10/04/2026), Jakarta.
Proyek tersebut melibatkan perusahaan energi Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, yang bekerja sama dengan Pertamina. Hingga kini, pengembangan proyek tersebut masih berjalan bertahap.
Bahlil juga tidak menutup kemungkinan Indonesia menjadikan Rusia sebagai salah satu sumber impor minyak baru, di luar negara pemasok utama selama ini. Upaya ini dinilai penting sebagai strategi diversifikasi energi nasional.
Pertemuan Prabowo dan Putin diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan konkret terkait pasokan minyak, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia di tengah dinamika global yang terus berubah.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



