KaltimSamarindaZona Kampus

Mahasiswa Masih Diminta Bayar, Pemprov Kaltim Turunkan Satgas Awasi Gratispol

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan program kuliah gratis atau Gratispol berjalan sesuai aturan. Untuk itu, Pemprov akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) di sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan Satgas tersebut akan menjadi kepanjangan tangan Pemprov dalam memantau pelaksanaan Gratispol. Ia menegaskan, sebanyak 53 kampus yang sudah menandatangani kontrak kerja sama wajib menjalankan hak dan kewajibannya sesuai kesepakatan.

Baca  Sekda Kaltim Klarifikasi Penyertaan Modal Perusda di Ranperda Perubahan APBD 2025

“Jadi kita nanti akan bikin Satgas juga di kampus-kampus. Semacam kepanjangan tangan untuk memonitor. Jadi yang kita jalin kerja sama berikan pendidikan gratis, dia juga menjalankan pendidikannya dengan baik,” ujar Sri Wahyuni, Jumat malam (12/9/2025).

Rencana pembentukan Satgas ini mencuat setelah adanya laporan bahwa masih ada mahasiswa penerima Gratispol yang diminta melakukan pembayaran kuliah. Padahal, Pemprov Kaltim sudah menyiapkan anggaran khusus melalui APBD 2025 untuk menanggung biaya pendidikan.

Baca  RPJPD 2025-2045 Disahkan: DPRD PPU Tekankan Pembangunan Berkelanjutan

“Dana APBD perubahan sudah siap, itu akan direalisasikan. Jadi kalau misalnya ada perguruan tinggi yang belum mengembalikan itu nanti bisa direalisasikan,” imbuhnya.

Sri menjelaskan, data mahasiswa penerima Gratispol sudah terintegrasi dalam sistem. Nama-nama yang tercatat dipastikan akan mendapatkan pengembalian jika terlanjur melakukan pembayaran ke kampus. “Ada sistemnya untuk mengecek namanya, ini siapa, dia sudah atau belum,” katanya.

Baca  Gratispol Resmi Diluncurkan, Kaltim Menuju Generasi Emas

Lebih jauh, Sri berharap program Gratispol tidak membuat mahasiswa terlena. Ia menekankan, kesempatan kuliah gratis ini harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh agar tujuan program benar-benar tercapai.

“Jadi, ketika diberikan pendidikan gratis ya kuliahnya juga harus sungguh-sungguh, jangan karena pendidikan gratis kuliahnya tidak sungguh-sungguh,” pungkasnya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button