
Editorialkaltim.com – Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur, Adam Muhammad, mendesak Kapolri bertanggung jawab penuh atas tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) saat pembubaran demonstrasi di Jakarta. Ia menegaskan kasus tersebut harus diusut tuntas karena melibatkan aparat kepolisian.
Korban bernama Affan Kurniawan (21) meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob ketika aparat membubarkan demonstran di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Kamis (29/8/2025). Insiden itu memicu sorotan tajam terhadap tindakan represif aparat di lapangan.
“Pertama kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam terhadap pengemudi ojek online yang wafat saat demonstrasi di Jakarta. Kapolri harus bertanggung jawab penuh untuk mengusut kasus tersebut,” ujar Adam dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).
Adam menilai kejadian itu tidak bisa dianggap sepele karena melibatkan nyawa sipil. Ia menekankan Polri harus menunjukkan akuntabilitas dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Selain mendesak penegakan hukum, Adam juga mengingatkan elite politik agar lebih peka terhadap penderitaan rakyat. “Kebijakan yang diambil harus sesuai kebutuhan masyarakat, bukan malah menambah luka,” ucapnya.
Ia menilai aksi unjuk rasa yang marak belakangan ini merupakan akumulasi kekecewaan publik terhadap pemimpin negara. Namun Adam mengingatkan agar demonstrasi tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi.
“Bangsa ini sedang menuju negara maju. Persatuan bisa tercapai jika pemerintah berpihak kepada rakyat, bukan dengan kekerasan,” pungkasnya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.