
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota Samarinda menegaskan tidak akan menempuh opsi pinjaman daerah meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 diproyeksikan mengalami kontraksi cukup signifikan. Kebijakan tersebut diambil demi menjaga kesehatan fiskal dan menghindari beban anggaran di masa mendatang.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, pinjaman daerah bukan solusi atas tekanan fiskal yang tengah dihadapi pemerintah kota.
“Kami tidak pernah sedikit pun membicarakan opsi pinjaman daerah karena itu akan membebani APBD tahun berikutnya,” kata Andi Harun, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, meskipun skema pinjaman ditawarkan dengan bunga rendah, kewajiban pembayaran cicilan tetap berpotensi menekan ruang fiskal pemerintahan berikutnya. Karena itu, Pemkot Samarinda memilih fokus pada efisiensi belanja dan menahan pengeluaran yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
Menurut Andi Harun, kondisi ini menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan pola belanja daerah. Selama ini, masih terdapat pengeluaran yang dinilai kurang efisien, salah satunya belanja makan dan minum yang nilainya bisa mendekati Rp100 miliar dalam satu tahun anggaran.
Selain isu anggaran, Andi Harun juga menanggapi pernyataan Menteri Lingkungan Hidup terkait penggunaan teknologi insinerator dalam pengelolaan sampah. Ia menegaskan, teknologi yang digunakan di Samarinda berbeda dengan insinerator konvensional yang identik dengan cerobong asap.
Meski demikian, Pemkot Samarinda tetap membuka ruang evaluasi terhadap potensi dampak lingkungan dari teknologi tersebut.
“Kalau nanti terbukti dampaknya terhadap lingkungan buruk, kita harus berani menghentikannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah kota memilih bersikap realistis dan tidak memaksakan kebijakan yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Kita jalankan, kita evaluasi. Kalau manfaatnya lebih besar kita lanjut, tapi kalau mudaratnya lebih besar, wajib kita stop,” ucapnya.
Pemkot Samarinda memastikan evaluasi kebijakan pengelolaan anggaran dan lingkungan akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar pembangunan kota tetap berjalan seimbang dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



