KaltimSamarinda

Pelabuhan Yos Sudarso Bakal Pindah, Dishub Samarinda Siapkan Terminal Raksasa di Palaran

Pelabuhan Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota Samarinda bersiap menggeser aktivitas Pelabuhan Yos Sudarso dari pusat kota. Dinas Perhubungan (Dishub) kini mulai mematangkan rencana pembangunan terminal multipurpose berskala besar di kawasan Palaran sebagai pengganti fungsi bongkar muat barang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, HMT Manalu, menegaskan pemindahan pelabuhan tersebut sudah menjadi keputusan. Saat ini, Dishub fokus membahas aspek teknis hingga penentuan titik lokasi terminal di Palaran.

“Rencana kita sudah pasti memindahkan pelabuhan yang ada di Yos Sudarso ke daerah Palaran, dan hari ini kita menyampaikan paparan opsi titiknya,” ucap Manalu, Selasa (27/1/2025).

Baca  Gubernur Kaltim Sebut Kalau Ada Tambang Harusnya Ada Kemajuan, Bukan Kerusakan

Menurut Manalu, terminal multipurpose yang dirancang bukan terminal biasa. Fasilitas ini disiapkan untuk melayani kapal-kapal barang berukuran besar, sehingga membutuhkan lahan luas dan bentang bibir sungai yang memadai.

“Minimal terminal multipurpose itu membutuhkan lahan sekitar 30 sampai 50 hektare dengan bibir sungai 300 hingga 450 meter, sehingga kapal-kapal besar bisa tambat dan ini tentu menguntungkan bagi Pemerintah Kota Samarinda,” katanya.

Tak hanya soal lokasi, Dishub juga menyiapkan skema pendanaan agar proyek ini tidak membebani APBD secara penuh. Pembangunan terminal dirancang dengan pola kerja sama tiga pihak.

Baca  Gubernur Rudy Mas’ud Ingatkan Kaltim Rawan Terdampak Aktivitas Tambang

“Skema pendanaannya dengan metode tripartite, ada investor, kemudian APBD Pemerintah Kota untuk membangun akses jalan, dan yang ketiga operator pelabuhannya,” jelasnya.

Terminal multipurpose di Palaran nantinya akan menjadi pusat utama bongkar muat barang yang selama ini dilakukan di Pelabuhan Yos Sudarso. Kawasan tersebut direncanakan dilengkapi gudang logistik, container yard, hingga layanan bisnis kepelabuhanan yang terintegrasi. Adapun layanan penumpang tetap dipusatkan di Pelabuhan Palaran yang sudah beroperasi.

Baca  Rapat Paripurna DPRD Samarinda, Wali Kota Minta Revisi Perda Miras dan THM

Dishub Samarinda menilai pemindahan pelabuhan ini penting untuk mengurai kepadatan aktivitas di pusat kota sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik. Meski Palaran sudah ditetapkan sebagai kawasan, titik pasti terminal multipurpose masih menunggu kajian teknis lanjutan, termasuk keselamatan pelayaran dan dampaknya terhadap alur sungai, agar pemindahan pelabuhan berjalan optimal dan berkelanjutan. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button