Nasional

PBNU dan Muhammadiyah Tegaskan Pelapor Pandji Bukan Bagian Organisasi

Komika Pandji Pragiwaksono (Foto: Dok Pribadi)

Editorialkaltim.com— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sama-sama menegaskan bahwa pihak yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke kepolisian bukan bagian dari struktur organisasi mereka maupun badan otonom di bawahnya.

Sebelumnya, laporan terhadap Pandji dilayangkan ke Polda Metro Jaya oleh kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Laporan itu terkait materi pertunjukan stand up comedy Pandji bertajuk Mens Rea.

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026. Pelapor yang mengaku sebagai Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman, menuding materi komedi Pandji mengandung unsur merendahkan dan memicu kegaduhan.

“Kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media,” kata Rizki seperti dikutip, Sabtu (10/1/2026).

Baca  KLH Awasi 3 Perusahaan Usai Dua Pesut Mahakam Ditemukan Mati

Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan laporan itu akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Benar bahwa 8 Januari ada laporan dari masyarakat atas nama [inisial] RARW,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (9/1).

“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti, agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi. Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menegaskan kelompok bernama Angkatan Muda NU tidak dikenal dalam struktur resmi NU. Ia menyebut pihak tersebut tidak merepresentasikan sikap PBNU.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” kata Ulil, dikutip dari NU Online.

Baca  Shin Tae-yong Protes Keras Kepemimpinan Wasit Usai Timnas Ditahan Bahrain

Ia menambahkan, banyak kelompok yang kerap muncul secara spontan dengan membawa nama NU untuk isu tertentu, namun tidak memiliki legitimasi organisasi.

Ulil juga menyayangkan langkah pelaporan terhadap seorang komedian. Menurutnya, ruang humor justru penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” ujarnya.

Sikap serupa disampaikan PP Muhammadiyah. Melalui unggahan akun Instagram resmi @lensamu, Muhammadiyah menegaskan bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah bukan bagian dari Persyarikatan dan tidak memiliki mandat organisasi.

“Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah,” demikian pernyataan tertulis Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah yang ditandatangani Bachtiar Dwi Kurniawan.

Baca  Tak Ada DPRD, IKN Terancam Tak Bisa Pungut Pajak

Muhammadiyah menyatakan menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Namun, langkah tersebut disebut sebagai tanggung jawab pribadi atau kelompok, bukan institusi Muhammadiyah.

Diketahui, Mens Rea merupakan tur stand up comedy Pandji yang puncaknya digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada 30 Desember 2025 dan ditonton sekitar 10 ribu orang. Pertunjukan tersebut kemudian dirilis tanpa sensor melalui platform Netflix. Materinya mengangkat isu politik dan sosial kontemporer dengan gaya kritis dan satir.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button