KaltimSamarinda

PAD Samarinda Melonjak, DPRD Targetkan Separuh APBD dari Kantong Daerah

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda menjadi sorotan Komisi II DPRD Kota Samarinda. DPRD menargetkan dalam lima tahun ke depan, kontribusi PAD mampu menyumbang hingga 50 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan tren PAD Samarinda sejak 2019 hingga 2025 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Dalam periode tersebut, PAD tercatat melonjak hampir 100 persen, dari sebelumnya di bawah Rp600 miliar menjadi lebih dari Rp1,1 triliun.

“Kalau kita lihat tren dari 2019 sampai 2025, kenaikannya hampir 100 persen. Ini sinyal positif dan menunjukkan Samarinda punya potensi besar,” ucap Iswandi, Jumat (6/2/2026).

Baca  Apresiasi Kinerja Setwan Suparno Sebut Motivasi Jadi Kunci

Ia menyebutkan, lonjakan PAD tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Dengan struktur APBD yang ditopang lebih besar oleh PAD, Samarinda dinilai tidak akan terlalu rentan terhadap kebijakan pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Cita-cita kita, lima tahun ke depan postur APBD itu 50 persen dari PAD. Jadi kalau ada pemotongan dana pusat, pembangunan tetap bisa jalan,” katanya.

Baca  Pemkab PPU Lakukan Advokasi dan Sosialisasi Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak

Menurut Iswandi, peningkatan PAD ke depan masih akan bertumpu pada optimalisasi sektor pajak daerah dengan memaksimalkan potensi yang sudah ada. Selain itu, kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga perlu terus dievaluasi agar sebanding dengan penyertaan modal yang telah digelontorkan pemerintah daerah.

Ia menilai masih terdapat BUMD yang kontribusinya belum optimal dibandingkan investasi yang telah diberikan. Meski demikian, Iswandi menegaskan BUMD tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan juga memiliki fungsi pelayanan publik.

“BUMD memang tidak hanya mencari profit, tapi kontribusinya juga harus jelas. Kalau labanya kecil tapi manfaatnya besar bagi masyarakat, itu masih bisa kita terima,” tegasnya.

Baca  Sekda Kukar Sunggono Terima Kunjungan Safari Ramadan Pemprov Kaltim

Komisi II DPRD Samarinda menilai lonjakan PAD dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan potensi fiskal daerah yang besar. Dengan pengelolaan yang lebih optimal, penguatan sektor pajak, serta evaluasi kinerja BUMD secara berkelanjutan, DPRD optimistis target separuh APBD dari kantong daerah dapat tercapai. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button