Nasional

Menkes Sebut 28 Juta Warga RI Punya Masalah Kesehatan Jiwa

Ilustrasi gangguan jiwa (Foto: Freepik)

Editorialkaltim.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut sedikitnya 28 juta warga Indonesia diperkirakan memiliki persoalan kesehatan jiwa. Angka itu merujuk pada rasio global gangguan kejiwaan yang dirilis World Health Organization (WHO), yakni satu dari delapan hingga satu dari sepuluh penduduk.

“Tadi juga ditanya, ini yang the tip of the iceberg (puncak gunung es). Karena WHO bilang, masalah kejiwaan itu satu dari delapan sampai satu dari sepuluh penduduk,” kata Budi saat memaparkan hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, dikutip Editorialkaltim, Rabu (21/1/2026).

Baca  Hingga 16 Juli 2023, 2.093 Orang Diselamatkan Polri dari TPPO

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mendekati 280 juta jiwa, Budi menyebut estimasi minimal warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa berada di kisaran 28 juta orang. Menurutnya, persoalan tersebut mencakup berbagai spektrum, mulai dari gangguan ringan hingga berat.

“Jadi kalau Indonesia 280 juta, ya minimal 28 juta tuh punya masalah kejiwaan. Bisa itu depresi, disorder atau anxiety disorder, yang lebih berat ada skizofrenia, ada ADHD, ada penyakit-penyakit jiwa tuh ada banyak juga,” ujar Budi.

Baca  Jika Terpilih, Prabowo: Menteri di Kabinet Harus Setujui Program Makan Siang Gratis

Meski jumlah potensialnya besar, hasil skrining kesehatan jiwa melalui program CKG masih menunjukkan angka yang relatif kecil. Budi menilai kondisi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan situasi riil di masyarakat.

“Nah, kita screen hasilnya seperti ini ya. Dari yang kita screen, masih rendah sekali. Ya jadi masih rendah sekali, angkanya masih di sekitar 5, di bawah 1 persen untuk dewasa dan anak-anak 5 persen. Ya tapi dengan skrining ini kita sudah tahu,” kata Budi.

Ia menegaskan, temuan dari skrining CKG tetap penting sebagai pijakan awal bagi pemerintah untuk memetakan kebutuhan layanan kesehatan jiwa nasional secara lebih terarah dan sistematis.

Baca  Wapres Sebut PKB Berjuang untuk Perbaikan, Bukan Hanya Mengejar Kekuasaan

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 1 Januari 2026, lebih dari 27 juta penduduk telah mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa melalui program CKG. Hasilnya menunjukkan kelompok anak usia sekolah dan remaja menjadi kelompok yang relatif lebih rentan dibandingkan kelompok dewasa dan lansia.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button