Luhut Ingatkan RI Jangan Ikut Memusuhi Iran di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Editorialkaltim.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak ikut terseret dalam permusuhan terhadap Iran di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Menurut Luhut, dalam menyusun kebijakan luar negeri, Indonesia harus mempertimbangkan kekuatan geopolitik negara-negara yang terlibat konflik, termasuk Iran.
Ia menilai tidak ada keuntungan bagi Indonesia jika harus ikut bermusuhan dengan negara tersebut.
“Dalam menyusun foreign policy (kebijakan luar negeri) kita, memang kita harus melihat faktor ini, faktor kekuatan mereka (Iran). Kita jangan jadi ikut musuhan sama dia. Enggak ada gunanya,” kata Luhut dikutip dari unggahan di akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan pada Jumat (6/3/2026)..
Luhut menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara non-blok yang tidak seharusnya terseret dalam konflik antarnegara besar. Karena itu, prinsip politik luar negeri bebas aktif harus tetap menjadi pegangan utama dalam menghadapi dinamika geopolitik global.
“Di tengah tarik-menarik kepentingan kekuatan besar, prinsip politik luar negeri Bebas Aktif harus terus menjadi pedoman yang paling relevan bagi bangsa ini,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa Indonesia tidak berada dalam posisi untuk memusuhi negara mana pun, termasuk Amerika Serikat maupun kekuatan besar lainnya.
“Indonesia tidak dalam posisi untuk memihak negara manapun. Bermitra dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara maju ataupun menghormati hubungan persahabatan dengan negara-negara berkembang, dan juga negara muslim seperti Iran, adalah prinsip yang diamanatkan oleh para founding fathers untuk kami jaga dan laksanakan,” ujarnya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



