Loncat dari Ferry, ASDP Penajam Tegaskan Korban Bertindak Sendiri dan Berhasil Diselamatkan

Editorialkaltim.com — Manajemen ASDP Penajam menegaskan insiden seorang penumpang perempuan yang melompat ke laut dari kapal ferry rute Penajam–Balikpapan berhasil ditangani cepat sesuai prosedur. Korban selamat setelah dilakukan evakuasi oleh awak kapal dan petugas pelabuhan.
Kepala ASDP Penajam, Heru Susanto, mengatakan peristiwa itu terjadi saat proses bongkar muat kendaraan dan penumpang. Korban diketahui sebagai penumpang terakhir yang turun dari kapal.
“Berdasarkan keterangan awak kapal, korban melompat sendiri melalui pintu darurat di tangga tengah. Tidak ada unsur paksaan dari pihak lain,” ujar Heru, Senin (19/1/2026).
Aksi tersebut pertama kali diketahui oleh awak kapal dan petugas tambat. Proses evakuasi langsung dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) penanganan penumpang jatuh ke laut dengan durasi penyelamatan sekitar 15 menit.
“Korban berhasil dievakuasi pukul 13.50 WITA, kemudian dibawa ke dermaga lima menit setelahnya dan langsung dirujuk ke klinik ASDP pada pukul 14.42 WITA,” jelasnya.
Di klinik, korban dalam kondisi lemah namun masih sadar. Setelah mendapat perawatan awal, kondisinya berangsur membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi, meski belum bersedia menjelaskan motif tindakannya. Korban diketahui berjalan kaki dari kawasan Gunung Steleng, Balikpapan, dan tidak membawa identitas.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait. Korban berinisial S, warga Balikpapan, selanjutnya dibawa ke Polsek untuk pendalaman sebelum akhirnya dijemput keluarganya pada malam hari.
Heru menegaskan selama proses penyelamatan, aktivitas bongkar muat kapal tetap berlangsung dengan pengaturan khusus oleh nahkoda agar keselamatan dan pelayanan penyeberangan tetap terjaga.
Terkait pencegahan, ASDP telah memasang rambu keselamatan, pengeras suara pengumuman, CCTV, serta menerapkan sistem zonasi penumpang. Namun hingga kini belum tersedia layanan khusus berupa hotline penanganan krisis psikologis di area pelabuhan.
“Fokus utama kami memang keselamatan pelayaran. Untuk aspek psikologis, itu menjadi ranah instansi lain seperti Dinas Sosial. Kami tentu berharap kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sepanjang 2025 tidak tercatat insiden serupa di Pelabuhan Penajam.
“Kasus seperti ini sangat jarang terjadi. Dan, jujur saja, semoga tidak pernah terulang lagi,” tutupnya. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya



