Penajam Paser Utara

Krisis Air Bersih di PPU Memicu Aksi Warga, Bupati Janji Selesaikan Masalah

Illustrasi distribusi air bersih

Editorialkaltim.com – Persoalan air bersih kembali menjadi sorotan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Di hari pertama kepemimpinannya, Bupati PPU Mudyat Noor langsung dihadapkan dengan protes warga terkait akses air bersih. Sejumlah warga Kelurahan Sungai Parit nekat menggembok saluran air menuju Rumah Jabatan Bupati (Rujab) sebagai bentuk kekecewaan karena masih sulitnya mendapatkan akses air bersih.

Aksi warga tersebut dilakukan lantaran pipa distribusi air melewati pemukiman mereka, tetapi mereka sendiri kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. “Kami sudah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air bersih, sementara rumah jabatan yang baru dibangun dengan anggaran puluhan miliar tetap mendapatkan aliran air. Ini tidak adil,” ungkap salah satu warga.

Baca  Pj Bupati PPU Buka Bimtek Posyandu, Dorong Inovasi Layanan Masyarakat

Menanggapi hal ini, Mudyat Noor mengakui bahwa krisis air bersih di PPU memang menjadi permasalahan yang harus segera diselesaikan. Ia menegaskan bahwa akses air bersih merupakan prioritas utama dalam program kerjanya.

Lebih lanjut, Mudyat menjelaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Perumdam Danum Taka, untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat.

Baca  Soroti Layanan Air Bersih, Abdul Rohim Tak Kaget Adanya Warga yang Ajukan Protes 

Terkait isu bahwa warga yang menggembok saluran air akan diproses hukum, Mudyat memastikan bahwa dirinya tidak mendukung langkah tersebut. “Saya sudah komunikasi dengan tim hukum, dan saya tegaskan agar tidak perlu ada pelaporan terhadap warga. Ini kan masalah yang harus kita selesaikan bersama, bukan malah memperkeruh suasana,” tegasnya.

Sebagai bagian dari program “PPU Air Bersih” yang menjadi janji kampanye Mudyat dan Wakil Bupati Waris Muin, Pemkab PPU berkomitmen untuk mencari solusi permanen terhadap permasalahan distribusi air bersih. “Kami baru mulai bekerja, beri kami waktu untuk menyelesaikan masalah ini. Yang jelas, saya tidak ingin ada lagi warga yang kesulitan air bersih di PPU,” pungkasnya. (Roro/adv)

Baca  DPRD PPU Soroti Stock Elpiji 3 Kilogram Yang Surplus Namun Masih Terjadi Kelangkaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow Instagram “editorialkaltim” dengan klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button