BalikpapanKaltim

Komisi IV Bahas Kekurangan Guru dan Sarana Prasarana Sekolah di Balikpapan

Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama perwakilan warga Regency, Kepala Sekolah SMP Negeri 26, Ketua Komite, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait (Foto: Humpro DPRD)

Editorialkaltim.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama perwakilan warga Regency, Kepala Sekolah SMP Negeri 26, Ketua Komite, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Agenda utama rapat ini adalah membahas ketersediaan sumber daya guru serta sarana dan prasarana pendidikan, termasuk kondisi bangunan gedung yang dinilai belum memadai.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, menyampaikan keprihatinannya atas keterbatasan anggaran yang berdampak pada penyediaan fasilitas pendidikan.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan komite untuk menyusun rencana aksi guna mengatasi permasalahan ini.

Baca  Anggota DPRD Kaltim Komariah Minta Anak Muda Bersiap Hadapi Indonesia Emas 2045

“Rapat ini merupakan momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Balikpapan. Anak-anak bangsa berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan optimal,” ujar Taqwa dalam keterangannya, Selasa (25/2/2025).

Perwakilan warga Regency menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi SMP Negeri 26. Mereka mengeluhkan belum adanya drainase dan pagar di lingkungan sekolah, serta kurangnya sistem keamanan yang memadai. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Kami sangat khawatir dengan kondisi sekolah yang belum memiliki pagar dan drainase yang baik. Ini bukan hanya masalah kenyamanan, tapi juga keselamatan anak-anak kami,” ujar salah satu perwakilan warga.

Baca  Sarkowi Ingin Tatib Dewan Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan menyatakan bahwa pihaknya memahami kondisi yang dialami oleh SMP Negeri 26. Mereka menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang menghambat realisasi pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

“Kami menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk penyediaan drainase, pagar sekolah, dan peningkatan sistem keamanan. Namun, kami berkomitmen untuk terus berupaya mencari solusi terbaik meskipun dengan anggaran yang terbatas,” jelas perwakilan Dinas Pendidikan.

Rapat ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Kota Balikpapan. Komisi IV DPRD Kota Balikpapan berjanji akan terus mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar guna memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Baca  DPRD Soroti Monopoli Jasa Pandu PT. Pelindo di Teluk Balikpapan

“Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memastikan bahwa setiap keluhan dan masukan dari masyarakat ditindaklanjuti dengan serius. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan kita tidak boleh menyerah untuk memperbaikinya,” pungkas Taqwa.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker