KaltimSamarindaZona Kampus

Kekurangan Guru hingga Pembinaan Atlet Jadi Alasan DPRD Dorong Fakultas Keolahragaan Unmul

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com — Rencana pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) di Universitas Mulawarman dinilai bukan sekadar kebutuhan akademik, tetapi juga bagian dari upaya menjawab persoalan struktural olahraga di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim) saat membahas rekomendasi pendirian fakultas tersebut.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyebut kekurangan guru olahraga menjadi persoalan mendasar yang selama ini belum tertangani dengan baik, baik di tingkat sekolah dasar maupun menengah.

“Saat ini kita sangat kekurangan guru-guru olahraga di sekolah,” ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran pejabat Universitas Mulawarman di Kantor DPRD Kaltim, Senin (2/2/2025).

Baca  Agus Suwandy Tegaskan Penyelesaian Sengketa Lahan MHU Harus Manusiawi

Selain itu, DPRD Kaltim menilai belum adanya program studi S1 Keolahragaan di daerah membuat lulusan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim kehilangan jalur pendidikan lanjutan di kampung halaman. Padahal, SKOI Kaltim secara konsisten mencetak sekitar 40 atlet setiap tahun.

“Banyak dari mereka yang melanjutkan kuliah ke luar Kalimantan Timur. Pada akhirnya, mereka justru menjadi atlet dan mengharumkan nama daerah lain,” ungkapnya.

Menurut Darlis, pendirian FIK di Unmul akan membuka peluang agar atlet-atlet binaan daerah dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan Kalimantan Timur. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga daerah.

Baca  APBD Kukar 2026 Diproyeksi Turun Jadi Rp7,5 Triliun

“Dengan adanya FIK, atlet-atlet kita di SKOI Kaltim bisa melanjutkan kuliah di Unmul dan tetap menjadi atlet Kaltim yang berprestasi untuk Kalimantan Timur,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sarana dan prasarana olahraga milik Pemerintah Provinsi Kaltim yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Keberadaan fakultas khusus keolahragaan dinilai dapat membuat fasilitas tersebut lebih produktif dan terintegrasi dengan dunia akademik.

“Kita sebenarnya punya sarana olahraga yang cukup memadai. Sarana itu akan jauh lebih optimal dan produktif jika kita memiliki Fakultas Ilmu Keolahragaan di Kaltim,” katanya.

Lebih jauh, Darlis mengaitkan pendirian FIK dengan upaya memperbaiki capaian prestasi olahraga Kalimantan Timur di tingkat nasional. Meski memiliki rekam jejak yang cukup baik di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), ia menilai pembinaan atlet perlu dilakukan secara lebih serius dan berkelanjutan.

Baca  4.640 Rumah Walet di Kaltim, DPKH Gelar ToT Budidaya

“Mungkin salah satu faktornya kita tidak serius melakukan pembinaan. Atlet juga ingin menjadi sarjana. Kalau fakultasnya tidak ada di Kaltim, mereka akan mencari perguruan tinggi di luar daerah dan berprestasi di sana,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button