Kasus Dugaan Keracunan Diselidiki, Dapur MBG Waru Masih Tutup

Editorialkaltim.com – Operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih dihentikan sementara. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Bakti Benuo Taka belum mengantongi izin untuk kembali beroperasi.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) PPU–Paser, Asransyah, mengatakan penghentian operasional merupakan kebijakan langsung dari BGN pusat. Hingga kini, dapur MBG Waru belum diperbolehkan kembali melayani siswa.
“Untuk sementara masih dihentikan. Operasional baru bisa dimulai kembali setelah izin tertulis dari pusat terbit,” kata Asransyah saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Ia menegaskan, tanpa surat resmi tersebut, seluruh aktivitas pelayanan gizi tidak dapat dijalankan. Kebijakan ini menyusul insiden puluhan siswa yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG Waru.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual, sesak napas, hingga diare. Salah satu menu yang dikonsumsi saat itu adalah puding buah yang diduga menjadi pemicu kejadian tersebut.
Meski demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium. Sampel makanan telah diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
“Proses pemeriksaan sedang berjalan, kami masih menunggu hasil dari laboratorium,” ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan program MBG di wilayah PPU selama Ramadan tetap berjalan dengan skema makanan kering. Namun, dapur SPPG Waru menjadi pengecualian karena status penghentiannya masih berlaku.
“Program MBG saat Ramadan tetap jalan di PPU. Tapi khusus SPPG Waru, belum bisa dimulai kembali karena izin operasionalnya belum keluar,” tutupnya. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



