Jalan Merimun–Muara Batuq Dikebut, Pemkab Kubar Gandeng Perusahaan Tambang

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat tancap gas mempercepat pembangunan jalan penghubung Kampung Merimun dan Kampung Muara Batuq. Proyek ini dinilai krusial guna membuka akses wilayah terisolasi sekaligus mendongkrak pergerakan ekonomi warga.
Langkah percepatan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kutai Barat, Kamis (2/4/2026). Sejumlah pihak terlibat mulai dari jajaran pemerintah daerah, kecamatan, kampung, hingga manajemen perusahaan tambang PT Bina Insan Sukses Mandiri.
Kepala Dinas PUPR Kutai Barat Philip menegaskan proyek jalan tersebut tidak bisa lagi ditunda. Ia meminta pihak perusahaan memaparkan secara rinci rencana teknis pembangunan agar tidak terjadi hambatan di lapangan.
“Pembangunan jalan ini mendesak karena masyarakat membutuhkan akses lebih baik, kami minta rencana teknis disampaikan detail agar pelaksanaan tepat,” ujarnya.
Philip menyebut, akses jalan yang layak akan memangkas waktu tempuh sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Mook Manaar Bulatn.
Sorotan lain datang dari Asisten II Setkab Kutai Barat yang mengingatkan agar pembangunan tidak berbenturan dengan aktivitas tambang yang masih berjalan. Selain itu, reklamasi lahan bekas tambang juga harus dipercepat.
“Kami minta komitmen perusahaan, reklamasi lahan bekas tambang dipercepat dan jalur jalan dirancang matang agar tidak mengganggu operasional lainnya,” katanya.
Menurutnya, perencanaan yang tidak matang berpotensi menimbulkan persoalan teknis di kemudian hari, termasuk konflik pemanfaatan lahan dan keterlambatan proyek.
Menanggapi hal tersebut, pihak PT BISM memastikan siap terlibat aktif dalam pembangunan. Dukungan tidak hanya berupa izin lintasan, tetapi juga penyediaan material serta pemanfaatan jalur lama yang sudah tidak dipakai.
“Kami siap mendukung penuh pembangunan jalan ini, termasuk memanfaatkan jalur eksisting serta membantu penyediaan material demi percepatan proyek,” ujarnya.
Dari hasil pembahasan, sejumlah keputusan penting disepakati. Di antaranya pengalihan jalur yang terdampak aktivitas tambang, percepatan pengurusan perizinan, serta penyelesaian hak masyarakat terdampak.
Tak hanya itu, rencana jalur listrik menuju Kampung Muara Batuq juga akan mengikuti trase jalan yang dibangun. Pembagian pekerjaan dilakukan mulai Simpang Merimun hingga Simpang Muara Batuq guna memastikan pengerjaan lebih terarah.
Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat ini diharapkan menjadi kunci membuka isolasi wilayah. Jalan Merimun–Muara Batuq diyakini akan menjadi urat nadi baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Kutai Barat.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



