Israel Tekor! Biaya Perang Lawan Iran Tembus Rp3,38 Triliun per Hari

Editorialkaltim.com — Perang terbuka antara Israel dan Iran ternyata bukan hanya memakan korban jiwa, tetapi juga menelan biaya militer yang sangat besar. Israel bahkan diperkirakan harus mengeluarkan dana hingga ratusan juta dolar setiap hari untuk membiayai operasi militernya.
Israel kembali melancarkan serangan ke Iran pada hari terakhir Februari lalu dengan bantuan Amerika Serikat. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Meski mengeklaim serangannya “sukses” mengeksekusi pemimpin tertinggi musuh, Israel harus menghadapi konsekuensi biaya perang yang terus membengkak seiring meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Sejauh ini memang belum ada angka resmi terkait total biaya perang yang dikeluarkan Israel. Namun, jika merujuk pada konflik Israel dan Iran pada Juni 2025 lalu, Tel Aviv diperkirakan menghabiskan sekitar US$200 juta atau setara Rp3,38 triliun per hari untuk berperang dengan Teheran.
Biaya terbesar dalam perang tersebut berasal dari sistem pertahanan udara untuk menangkal serangan rudal Iran. Setiap pencegatan rudal menggunakan sistem seperti David’s Sling dan Arrow bisa menelan biaya antara ratusan ribu hingga jutaan dolar per unit.
Dalam konflik sebelumnya, Israel harus menghadapi ratusan rudal dan drone yang diluncurkan Iran. Untuk menangkis serangan tersebut, Israel harus mengaktifkan sistem pertahanan udara berlapis yang biayanya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta dolar setiap hari.
Tak hanya itu, biaya operasi serangan udara juga sangat mahal. Jet tempur canggih seperti F-35 yang digunakan Israel membutuhkan biaya operasional tinggi, bahkan puluhan ribu dolar untuk setiap jam penerbangan.
Selain amunisi dan operasi udara, Israel juga harus menanggung biaya logistik perang, mobilisasi pasukan cadangan, serta perbaikan infrastruktur yang rusak akibat serangan balasan Iran.
Aaron Institute for Economic Policy bahkan memperkirakan jika perang berlangsung selama satu bulan penuh, Israel bisa menghabiskan sekitar US$12 miliar atau sekitar Rp202,8 triliun untuk membiayai konflik tersebut.
Di sisi lain, dampak ekonomi perang juga mulai terasa. Pemerintah Israel memperkirakan konflik dengan Iran dapat menyebabkan kerugian ekonomi hingga sekitar US$2,9 miliar per minggu akibat pembatasan aktivitas masyarakat dan mobilisasi militer.
Konflik terbaru sendiri dipicu oleh serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian melancarkan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Hingga kini, kedua pihak masih terus saling melancarkan serangan. Perang tersebut dilaporkan telah menyebabkan lebih dari seribu orang tewas di Iran dan memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah.
Meski biaya perang terus membengkak, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan operasi militer tersebut.
Keduanya bahkan menegaskan bahwa serangan akan terus berlanjut hingga program nuklir dan sistem rudal Iran berhasil dilumpuhkan serta rezim di negara tersebut diganti.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



