Internasional

Iran Abaikan Ultimatum Trump soal Selat Hormuz: Ancaman yang Tak Berdaya dan Bodoh

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters )

Editorialkaltim.com – Iran secara tegas mengabaikan ultimatum keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Alih-alih tunduk, militer Iran justru menyebut ancaman tersebut sebagai bentuk kepanikan yang tidak mencerminkan kekuatan Amerika Serikat. 

Sikap tersebut disampaikan Panglima Komando Pusat Khatam al-Anbiya Ali Abdollahi Aliabadi yang menilai pernyataan Trump tidak memiliki dasar kuat dan cenderung emosional. Ia menyebut ultimatum tersebut tidak akan mengubah posisi Iran terkait jalur strategis tersebut.

Baca  FIFA Cemas Playoff Piala Dunia 2026 di Meksiko Terancam Kekerasan Kartel

“Ancaman itu menunjukkan sikap tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, bahkan bodoh, serta mencerminkan kegagalan memahami realitas kawasan Timur Tengah,” ujarnya Minggu (5/4/2026), di Teheran seperti dikutip dari AFP.

Aliabadi juga menanggapi pernyataan Trump yang membawa narasi religius dalam unggahannya. Menurutnya, penggunaan diksi tersebut justru memperlihatkan ketegangan yang semakin tidak terkendali dalam komunikasi politik kedua negara.

“Makna sederhana dari pesan itu, pintu neraka akan terbuka bagi pihak yang memicu konflik, bukan bagi Iran,” katanya.

Baca  AS Larang Presiden Palestina Mahmoud Abbas Hadiri Sidang PBB

Sebelumnya, Trump melontarkan ultimatum agar Iran segera membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur vital, termasuk fasilitas energi. Pernyataan itu disampaikan melalui platform Truth Social miliknya, disertai peringatan keras mengenai konsekuensi militer. 

“Jika Iran tidak membuka selat tersebut segera, maka konsekuensi berat akan terjadi, termasuk tindakan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Ancaman tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia, sehingga setiap ketegangan di kawasan ini berdampak luas. 

Baca  Warga Gaza Bertahan Hidup dengan Kulit Kentang & Tumbuhan Liar, Akses Makanan Nyaris Nol

Meski tekanan terus meningkat, Iran menegaskan tidak akan tunduk terhadap ultimatum sepihak. Respons keras dari pihak militer menunjukkan bahwa Teheran memilih mempertahankan posisi strategisnya ketimbang mengikuti tekanan dari Washington.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button